Pengakuan Honda soal Motor Baru di Indonesia

·Bacaan 1 menit

VIVA – Honda menjadi pabrikan sepeda motor terbesar di Indonesia, dengan kapasitas produksi lebih dari lima juta unit per tahun. Untuk bisa melakukan itu, mereka memiliki empat pabrik yang lokasinya berbeda-beda.

Tak hanya kuat dalam hal perakitan, merek asal Jepang tersebut juga kerap menghadirkan model baru dengan teknologi terkini. Salah satu motor andalan mereka yang per bulan laku ratusan ribu unit, yakni skuter matik Honda BeAT.

Honda juga sudah memasarkan kuda besi canggih yang digerakkan oleh gabungan mesin konvensional dengan motor listrik, yakni PCX Hybrid.

Hal lain yang juga unik dari perusahaan dengan logo sayap mengepak ini, yaitu konsistensi mereka di pasar motor sport. Padahal, pangsa pasarnya sudah jauh menurun jika dibandingkan dengan 5-10 tahun lalu.

Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor, Thomas Wijaya mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih tetap menghadirkan dan memperbarui produk yang masuk dalam segmen tersebut, karena angkanya stabil.

“Peminat motor sport itu umumnya pria, mereka ingin naik kelas dan suka bepergian sendiri. Pangsa pasarnya sendiri saat ini stabil di angka 5-6 persen (dari total penjualan motor di Indonesia),” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Jumat 7 Mei 2021.

Dari jumlah itu, Thomas mengaku bahwa tipe sport naked yang mengusung mesin berkapasitas 150cc menjadi perhatian utama oleh AHM.

“150cc itu kontribusinya 80-90 persen, sedangkan naked 150 ada di kisaran 40-50 persen,” tuturnya.

Melihat data tersebut, tidak heran jika AHM masih terus menghadirkan pembaruan pada produk naked sport 150 andalan mereka. Seperti yang baru saja dilakukan pada Honda All New CB150R Streetfire.

Ubahan yang dilakukan meliputi suspensi upside down, lampu LED, panel instrumen digital baru, serta desain bodi yang semakin kekar dan agresif layaknya motor gede atau moge.

“Terkait target, kami harapkan bisa memenuhi 30 ribu unit setahun, sesuai kondisi pasar saat ini,” ungkap Thomas.