Pengakuan Kades Sawir soal Lahan Tambang Batu Kapur di Tuban Ambruk

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Tuban - Ambruknya lahan bekas tambang batu kapur di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban mengejutkan banyak orang. Beruntung, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa karena tidak ada aktivitas penambangan di lokasi kejadian.

Namun, video berdurasi 15 detik terkait ambruknya lahan tambang itu viral dan menyebar berantai di aplikasi WhatsApp.

Kepala Desa (Kades) Sawir Imam Syafi’i menyatakan, lahan tambang itu milik warga, bukan milik desa. "Masuk ke dalam tambang sekitar 16 meter sampai 20 meter," ungkapnya (23/4/2021).

Tidak ada korban jiwa karena lahan bekas tambang itu sudah tidak difungsikan selama satu tahun lebih. Sehingga, saat lahan tambang ambruk tidak ada aktivitas penambangan di lokasi.

“Sudah lama tidak ada aktivitas tambang, satu tahun lebih,” terangnya.

Imam menduga ambruknya lahan bekas tambang milik warga tersebut dipicu dari getaran peledakan aktivitas penambangan batu kapur untuk bahan semen yang dilakukan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI). Penambangan perusahaan itu berada tidak jauh dari lokasi tambang yang ambruk.

Termasuk, selama ini getaran dari ledakan tersebut juga dirasakan masyarakat yang tinggal disekitar aktivitas peledakan. Sebab, suara dari aktivitas ledakan tambang itu juga terdengar keras.

Viral

"Ambruknya karena tidak dipakai dan sering ada getaran ledakan Holcim (sekarang SBI). Ledakan Holcim sekarang banter (keras), rumah saja terasa apalagi lokasi tambang," ungkap Kades Sawir.

video ambruknya lahan bekas tambang itu viral dan menyebar lewat aplikasi WhatsApp. Pihak Camat Tambakboyo membenarkan adanya insident tersebut dan menyatakan tidak ada korban jiwa.

“Itu bekas tambang yang dulu tidak berijin. Ambruk hari Selasa sore dan ada lagi Rabu pagi,” kata Hery Subagyo, Camat Tambakboyo, Kabupaten Tuban.

Saksikan video pilihan di bawah ini: