Pengakuan Ketua DPRD Pasaman Barat soal Digerebek dengan Stafnya

Agus Rahmat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua DPRD Pasaman Barat Parizal Hafni, sempat dikabarkan digerebek bersama staf perempuannya di kantor DPC Gerindra beberapa hari lalu. Ia sendiri membantah, dan menegaskan tidak melakukan perbuatan mesum.

Lantaran masalah ini, Parizal dipanggil oleh Majelis Kehormatan Gerindra pada Jumat ini, 23 April 2021.

Dikutip dari Antara, Parizal menjelaskan duduk perkara sebenarnya. Dia ke kantor DPC pada Senin malam 19 April 2021 itu karena ada tugas yang harus disiapkan. Sebab kantor Kesbangpol Pasaman Barat yang meminta bahan. Karne akan diperiksa oleh BPK. Yakni persyaratan partai yang belum lengkap. Batas akhirnya adalah keesokan harinya.

Baca juga: Pria Ini Dipenjara karena Infrastruktur Tambang Nikel Senilai Rp20,5 M

Maka selepas salat Isya, ia mengaku menghubungi stafnya yang sedang berbuka di salah satu tempat makan.

"Saya menghubungi staf saya karena ada tugas yang harus diselesaikan karena dia yang bisa memakai komputer," katanya.

Tiba di kantor DPC Gerindra dan setelah salat Isya, Parizal mengatakan mendengar suaga gaduh di luar. Maka dia langsung membuka pintu tersebut. Ia bertemu langsung Kasat Resnarkoba dan Kepala BNNK Pasaman Barat.

Ketua DPC Gerindra Pasaman Barat itu menanyakan maksud Kasat dan Kepala BNNK datang. Dijelaskan kepadanya, bahwa ada laporan masyarakat tentang dugaan penyalahgunaan narkoba di kantor Gerindra.

"Mendengar itu saya langsung persilahkan masuk dan memeriksa kantor sampai ke lantai dua," katanya.

Setelah turun dari lantai dua, masyarakat sudah ramai berdatangan di luar. Saat itu, kata Parizal, masyarakat sudah mempertanyakan hal lain, bukan lagi soal narkoba. Yakni mengenai keberadaan perempuan, staf pribadinya, malam-malam di kantor tersebut.

Ia langsung menjawab, kantor Gerindra itu sama dengan DPRD. Baik siang atau malam jika dibutuhkan dapat dipanggil bekerja menyelesaikan tugas-tugas kantor dan tidak harus dilaporkan.

"Saat itu kami di ruangan tengah dan tidak ada persoalan. Saya buka pintu dan siap sholat. Tidak ada aneh-aneh. Ajudan dan supir saya di depan minum kopi," jelasnya.

Setelah itu dibuatkan klarifikasi surat pernyataan dipanggil orang tua stafnya dan dibacakan di hadapan warga aparat dan wartawan tentang kesalahpahaman yang terjadi.

"Persoalan itu sudah selesai dan hanya terjadi kesalahpahaman," tegasnya. (ANTARA)