Pengakuan Mengerikan Saksi Keganasan Pukulan Manny Pacquiao

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Petinju veteran kelas welter, Manny Pacquiao belakangan ini kembali menjadi sorotan. Dia berencana untuk menjalani dua pertarungan sebelum pensiun.

Awalnya, raksasa tinju asal Filipina itu ingin bertarung pada 2020. Namun, pandemi virus Corona COVID-19 merubah segalanya.

Alhasil, Pacquiao yang juga menjabat sebagai senator harus mengurungkan niatnya demi mengatasi permasalahan COVID-19 di negaranya.

Pacquiao saat ini masih berstatus sebagai pemilik sabuk juara WBA (super). Gelarnya sangat diincar sejumlah petinju milenial macam Ryan Garcia.

Pacquiao menjalani debutnya sejak 1995 silam. Hingga saat ini dia sudah mencatatkan 71 pertarungan dengan hasil 62 kemenangan (30 menang KO), tujuh kekelahan dan dua kali imbang.

Pacquiao adalah petinju dari benua Asia pertama yang berhasil meraih gelar juara tinju profesional di delapan kelas berbeda, atau petinju kedua di dunia setelah Oscar de la Hoya.

Dia juga menjadi petinju pertama yang berhasil merebut tujuh gelar di tujuh kelas yang berbeda, (lima gelar juara dunia dari lima kelas berbeda dan dua gelar dari Ring Magazine untuk kelas bulu dan welter junior).

Soal kekuatan pukulannya jangan ditanyakan. Freddie Roach, seorang pelatih tinju legendaris adalah saksi keganasan petinju berjuluk The Destroyer itu. Dia kini masih tercatat sebagai pelatih Pacquiao .

Roach menceritakan, kekuatan pukulan Pacquiao sangat mengerikan. Bahkan, saat masih menggunakan pelindung saja, badanya sudah mati rasa.

"Seluruh tubuh saya seperti mati rasa. Kekuatan, kecepatan, dan daya ledaknya sangat luar biasa ketimbang hanya kekuatan," kata Roach, dikutip IB Times.

Hal senada juga disampaikan oleh petinju muda Amerika, David Benavidez. Memang, dia belum pernah berhadapan dengan Pacquiao, namun dia merasa Pacquiao adalah petinju yang sangat aneh.

“Manny Pacquiao adalah seseorang yang aneh, dia adalah binatang buas, dia adalah salah satu terhebat yang pernah memakai sarung tinju,” ucapnya

“Anda tahu itu hanyalah bakat, ada sesuatu darinya yang tak pernah dimiliki oleh 90 persen orang lain, dia adalah legenda," sambungnya.