Pengakuan Mourinho: Ditelepon AS Roma Beberapa Jam Usai Dipecat Spurs

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pelatih baru AS Roma, Jose Mourinho, mengatakan, bahwa tim yang akan dibesutnya itu sangat ingin memiliki dirinya. Maka dari itu, Mourinho sangat termotivasi untuk memberikan trofi kepada Gialorossi ketika dia mulai mengambil alih pada musim depan.

Mourinho, yang saat ini sedang bekerja sebagai pengamat di ajang EURO 2020, mempercayai bahwa proyek bersama AS Roma lebih cocok untuk dirinya ketimbang saat menjalani karier manajerial di Manchester United dan Tottenham Hotspur.

Bahkan, Mourinho mengakui, bahwa AS Roma meneleponnya hanya beberapa jam usai dirinya dipecat oleh Spurs. Terlebih, pelatih asal Portugal itu merasa telah disesatkan oleh proyek-proyek manajerial sebelumnya.

Mourinho dipastikan akan kembali ke Serie A setelah 11 tahun yang lalu dia memenangkan treble winners bersama Inter Milan pada musim 2009/2010.

Dia dipecat Spurs pada April 2021 setelah rangkaian hasil yang mengecewakan. Namun, tak berselang lama, dia diumumkan sebagai pelatih AS Roma pada awal Mei 2021, dan akan memulai perjalanan barunya di musim 2021/2022.

"Mereka (AS Roma) benar-benar menginginkan saya. Hampir seketika setelah saya meninggalkan Tottenham di pagi hari, dan Roma menelepon saya di sore hari. Mereka sangat objektif dalam mengingingkan saya," ujar Mourinho kepada GQ Portugal, Sabtu 17 Juni 2021.

"Sesuatu yang sudah saya rasakan selama bertahun-tahun di Italia adalah gairahnya dalam hal sepakbola, khususnya di sekitar Roma, klub yang tidak memenangkan trofi dalam 20 tahun terakhir," ucapnya.

"Pemilik baru memiliki pendekatan yang sangat rendah hati sehingga mereka menyadari bahwa ini adalah babak baru dalam kehidupan profesional. Mereka yang luar biasa ini sangat membutuhkan bantuan dari seseorang dengan pengalaman luas di babak baru ini," katanya.

Kendati Mourinho adalah salah juru taktik paling prestasi di level klub sepakbola Eropa, karier manajerial terakhirnya di MU dan Spurs berjalan tidak sesuai harapan.

Tanpa menyebut klub tertentu secara spesifik, pelatih berusia 58 tahun itu merasa telah bersalah menjual proyek manajerial sebelumnya dan sangat yakin bahwa di AS Roma akan berbeda.

"Saya terkadang membuat kesalahan, saya tidak selalu memilih proyek yang tepat, atau saya mungkin telah disesatkan tentang beberapa jalur proyek," tuturnya.

"Akhir-akhir ini saya memiliki proyek yang berbeda dengan sebelumnya. Saya pergi ke Manchester United dalam frasa transisi, bukan untuk mengatakan pembusukan. Saya pergi ke Tottenham yang tidak memiliki sejarah kesuksesan," ungkapnya.

"Sekarang, saya pergi ke Roma dengan pemilik baru, tapi saya langsung merasakan empati ini dengan pemilik, direktur, dan mereka langusng yang menyalakan kembali api semangat yang saya miliki untuk pekerjaan saya ini," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel