Pengakuan Penjagal Anjing di Surabaya, Bantah Siksa Binatang

Merdeka.com - Merdeka.com - Rumah jagal anjing di Kota Surabaya, Jawa Timur, digerebek polisi bersama pencinta satwa, Minggu (31/7). Pemilik lokasi itu, Sio Petrus, pun buka suara dan membantah bahwa mereka menyiksa anjing.

Sio Petrus mengaku sudah menjagal dan menjual daging anjing selama 10 tahun. Ia membunuh anjing dengan cara digantung sampai mati. Cara itu dianggapnya cukup efektif karena membuat binatang itu cepat mati dan tidak mengeluarkan suara.

"Saya tidak pernah menyiksa, memukul anjing sampai mati. Tapi anjing itu kami gantung sampai mati. Anjing digantung dengan mulut tertutup biar nggak teriak-teriak, nggak enak sama tetangga," katanya, Selasa (2/8).

Ia menjelaskan, anjing yang telah dibunuh akan dimasak jika mendapat pesanan. Ia menjualnya sebesar Rp25 ribu per kilogram. "Setelah anjingnya mati, baru saya bakar dan dikuliti. Jadi tidak benar kalau saya bakar anjing hidup-hidup," ujarnya.

Tidak Mencuri Anjing

Terkait asal anjing, Petrus menyatakan ia tidak mencurinya, melainkan membeli dari para penjual yang datang padanya. Seekor anjing dia beli seharga Rp200 ribu sampai Rp300 ribu.

Sio Petrus juga memastikan anjing yang dibelinya adalah anjing yang sehat dan tidak terkena penyakit rabies.

Ia pun menegaskan bahwa selama ini dia tidak menjual bebas daging anjing yang dikelolanya. Ia hanya menjual daging anjing tersebut pada orang-orang tertentu yang memang mengonsumsinya.

Seperti diberitakan, rumah jagal anjing di Pesapen IV Kelurahan Sumur Welut, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya digrebek pecinta satwa dan polisi pada Minggu (31/7). Dalam penggerebekan itu, ditemukan empat ekor anjing yang akan dibunuh. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel