Pengakuan Pilu Pelatih Timnas Prancis Usai Tersingkir dari EURO 2020

·Bacaan 1 menit

VIVATimnas Prancis secara mengejutkan tersingkir EURO 2020. mereka tersingkir dari turnamen paling bergengsi di benua biru itu dengan cara yang paling kejam,yaitu melalui adu penalti.

Duel memang berlangsung sengit saat Prancis dikalahkan Timnas Swiss di babak 16 besar. Prancis yang sempat unggul 3-1, mampu diimbangi oleh Swiss menjadi 3-3. Alhasil, laga pun dilanjutkan ke babak ekstra time dan adu penalti

Dan seperti halnya adu penalti, ada pahlawan dan pecundang. Kali ini, Kylian Mbappe yang berperan sebagai pecundang. Sebagai eksekutor kelima, Mbappe gagal menciptakan gol kala melakukan eksekusi penalti. Prancis pun kalah 4-5 (3-3).

Kekalahan itu menyisakan kesedihan tersendiri bagi juru taktik Timnas Prancis, Didier Deschamps enggan menyalahkan Mbappe atas tragedi itu.

“Ini benar-benar menyakitkan, ada banyak kesedihan. Ada banyak hal yang kami lakukan dengan sangat baik di pertandingan ini, tetapi tidak semuanya dan jika kami terlalu memikirkan pertandingan ini, itu tidak akan banyak membantu," ujar Deschamps dikutip dari Goal, Kamis 1 Juli 2021.

"Tidak ada yang berbicara tentang Anda membuat kesalahan ini atau Anda membuat kesalahan itu. Kylian tahu tanggung jawabnya. Tentu saja Kylian, bahkan jika dia tidak mencetak gol, dia menentukan dalam banyak tindakan yang kami miliki, kemudian dia mengambil tanggung jawab untuk mengambil penalti ini dan tidak ada yang benar-benar marah padanya," tegasnya.

Deschamps pun membuat pengakuan. Menurutnya EURO 2020 benar-benar sulit. Tapi hasil buruk harus diterima.

"Euro ini benar-benar sulit, itu bukan alasan. Ada juara EURO dan Piala Dunia yang harus pulang, itu menyakitkan tetapi kami harus menerimanya," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel