Pengakuan Pratu Awang selamatkan ABG dari pemerkosaan

MERDEKA.COM, Seorang anggota Divisi Infanteri I Kostrad Cilodong Pratu Awang berhasil menyelamatkan seorang gadis dari tindak asusila. Kejadian itu berlangsung saat malam menjelang Natal, Senin (24/12) lalu.

Pratu Awang mengaku saat itu dia sedang bertugas. Atas peristiwa itu, dia mau membagi sedikit kisahnya kepada merdeka.com, Rabu (26/12).

Bagaimana kronologis kejadian penyelamatan tersebut?

Kejadiannya dekat RS Cibinong. Saat itu saya bersama kawan karena sedang patroli malam Natal. Kemudian saya beristirahat sebentar, ngopi-ngopi lah.

Selanjutnya, saya lihat di pojok gelap-gelap kok ada taksi yang lampunya menyala. Berarti ada penumpang di dalamnya. Terus, sopirnya keluar dan menelepon. Coba saya dekati barangkali sedang cari alamat. Baru empat langkah saya mendekat, si perempuan ini keluar sambil teriak minta tolong.

Saya langsung respect, ada yang tidak beres. Lantas coba saya kejar. Sopirnya ini kelihatan ragu antara mengejar si perempuan atau menyelamatkan diri. Karena kalau mengejar si perempuan, keburu ketangkap.

Sopir itu lantas masuk ke taksi dan menyalakan lampu yang membuat saya silau. Dia mencoba tancap gas. Akhirnya saya tendang pintu kirinya sampai penyok.

Ada perasaan takut saat menyelamatkan AM?

Tidak ada. Karena kan maksud saya hanya bertanya dan membantu, barangkali sedang cari alamat.

Respon dari kepala kesatuan bagaimana?

Kalau kasih selamat sih sudah tentu. Tetapi, sebagai anggota Kostrad, kami bangga. Apalagi karena banyak media yang menyiarkan.

Berapa lama Anda menjadi tentara?

Kurang lebih 5-6 tahun. Sejak pertama jadi tentara, saya sudah berdinas di Divisi Infanteri I Kostrad Cilodong.


Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.