Kesaksian Pejuang Soal Pasukan Gurkha dan Harta Terkubur di Hutan

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Prajurit militer Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) baru saja menemukan harta benda bersejarah milik pasukan khusus Gurkha di pedalaman hutan Kalimantan.

Harta pasukan yang terkenal sadis di Perang Dunia II itu ditemukan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI - Malaysia, Batalyon Artileri Pertahanan Udara 16 Sula Bhuana Cakti, Divisi 3 Kostrad.

Harta Gurkha yang ditemukan prajurit TNI Yonarhanud 16/SBC berupa munisi aktif berkaliber 7,61 milimeter. Tak tanggung-tanggung jumlahnya sangat banyak, total 1.201 butir munisi.

Seribuan munisi itu ditemukan terkubur di dalam tanah pada kedalaman sekitar 40 sentimeter di tengah hutan sekitar Desa Lumbis, Kecamatan Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

Benda berbahaya dan mematikan itu dipastikan memang milik pasukan Gurkha yang terlibat bersama militer Inggris, ketika terjadi konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia pada tahun 1965.

Hal itu sesuai dengan kesaksian seorang veteran pejuang RI bernama Tukang, yang terlibat dalam konfrontasi bersenjata itu.

Dari siaran resmi Yonarhanud 16/SBC yang dilansir VIVA Militer, Kamis 11 Februari 2021, Tukang menceritakan apa yang dia ketahui tentang lokasi tempat penemuan harta milik pasukan Gurkha itu.

Menurut Tukang, memang ketika terjadi pertempuran. Tak terlihat pergerakan pasukan Gurkha ketika masuk ke dalam hutan yang dijadikan tempat persembunyian bersama tentara Inggris.

Hanya saja, memang Tukang dan pejuang lainnya sempat melihat pasukan Gurkha melakukan penyerangan dari hutan tersebut.

"Waktu itu tidak ada tentara yang kami lihat, cuma waktu memang yang kami lihat Gurkha menembak dari situ," kata Tukang.

Namun, kemudian semua pasukan Gurkha itu lari meninggalkan hutan itu. Dan kemungkinan besar seribuan munisi yang ditemukan itu tertinggal saat Gurkha pergi. Atau juga sengaja dikubur untuk menghilangkan jejak hingga akhirnya ditemukan 56 tahun kemudian.

Perlu diketahui, ketika terjadi pertempuran di Kalimantan antara Pasukan Rakyat Kalimantan Utara atau Paraku dibantu prajurit dari militer Indonesia melawan Malaysia. Pihak militer Inggris memang turut campur, mereka mengerahkan pasukan khusus SAS dan pasukan elite Gurkha dalam perang itu.

Baca: Masuk Papua, Ternyata Kolonel Kopassus Ini Pemilik Gelar Langka TNI AD