Pengakuan Shevchenko Soal Keganasan Timnas Inggris

·Bacaan 1 menit

VIVA – Berakhir sudah perjalanan Ukraina di EURO 2020. Mereka tersingkir di babak perempatfinal usai dihancurkan Timnas Inggris di Stadion Olimpico, Minggu dini hari WIB, 4 Juli 2021. Ukraina dibantai 0-4.

Ukraina tak kuasa menahan permainan cepat yang diterapkan Inggris. Mereka sudah kebobolan ketika laga baru berjalan empat menit. Umpan terobosan Raheem Sterling dituntaskan dengan sempurna oleh Harry Kane di kotak penalti.

Ukraina kembali kebobolan di awal babak kedua. Melalui tendangan bebas Luke Shaw, Harry Maguire menceploskan bola melalui sundulan.

Pada menit ke-50, Kane kembali mencatatkan namanya di papan skor. Pesta gol Inggris ditutup Jordan Henderson. Gelandang milik Liverpool itu mampu melepaskan diri dari kawalan bek-bek Ukraina dan menanduk bola dengan leluasa.

Pelatih timnas Ukraina, Andriy Shevchenko mengakui timnya lemah dan Inggris sangat ganas. Mantan pemain AC Milan itu menyebut, Inggris sangat mengerikan di bola-bola udara dan set piece.

"Kami tidak bisa mengatasi bola tinggi dengan baik. Inggris memiliki keuntungan besar di area itu. Jadi, itu sulit bagi kami. Secara umum kami memainkan sepak bola kami, tidak mengabaikan prinsip kami," kata Shevchenko, dikutip UEFA.

"Kami mencoba melakukan perlawanan yang baik melawan Inggris, tetapi 'gunung ini ternyata terlalu besar untuk kami daki'. Ini awal bagi kami untuk 'mendaki gunung' seperti itu," sambungnya.

Meski begitu, Shevchenko tak mau meratapi kegagalan timnya. Dia mengapresiasi para pemainya yang telah berjuang dan bertahan jauh hingga perempatfinal.

"Saya pikir kami menjalani turnamen yang hebat. Kami menolak dan melawan permainan mereka (Inggris). Dari cara itu, kami telah memainkan sepak bola yang bagus," ucapnya.

"Pemain telah melakukan semua yang mereka bisa, dan saya ingin berterima kasih kepada mereka hari ini," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel