Pengakuan Theo Usai Babak Belur Dihajar Windri di One Pride

·Bacaan 1 menit

VIVA – Windri Patilima berhasil mewujudkan mimpinya jadi juara One Pride Mixed Martial Arts. Itu setelah dia menumbangkan Theodorus Ginting pada partai perebutan sabuk juara kelas welter di Fight Night 46, Sabtu 12 Juni 2021.

Sebagai penantang, Windri mengaku sempat diremehkan oleh Theodorus. Dia dianggap sebelah mata oleh petarung asal Sumatera Utara itu.

Bahkan, olok-olok Theo berlanjut hingga pertarungan. Windri kerap menerima ejekan dari Theo ketika duel berjalan.

Beruntung, Windri tak terpancing dan tetap fokus pada strateginya. Hingga akhirnya, dia mendapat kesempatan untuk menempatkan pukulan telak ke wajah Theo yang membuat petarung 36 tahun itu hampir terjatuh.

Namun, ternyata Theo tetap mampu melanjutkan pertarungan. Hanya saja, kondisinya sudah jauh dari prima sehingga Windri berhasil mengeksploitasi kelemahannya dalam duel tersebut.

Petarung asal Sulawesi Utara itu terus menghujani Theo dengan pukulan. Dan akhirnya, dia menumbangkan lawannya dengan teknik kuncian rear naked choke.

Usai dipermalukan Windri, Theo pun mengakui bahwa ia sangat arogan. Ia mengaku salah dan termakan arogansi itu sendiri.

Theo curhat, semua kerja keras selama masa pandemi hancur begitu saja. Ia juga harus menerima kenyataan bukan lagi sang juara.

"Selamat pagi semua, selamat hari Minggu. Untuk teman-teman, gym member, keluarga & sponsor saya pertama mau memohon maaf atas kekalahan saya semalam.

Saya telah memulai fight ini dengan TrashTalk yg sangat arogan dan saya termakan arogansi itu sendiri, berat untuk mengakui kesalahan sendiri tapi saya mengambil langkah untuk mengakuinya, semua kerja keras saya selama masa pandemik ini hancur begitu saja, tentu saya perasaan saya juga hancur! Tapi tidak ada alasan saya sudah Kalah dan tidak lagi menyandang gelar Juara.

Kedua saya mau mengucapkan selamat kepada @windripatilima atas kemenangan semalam, kesabaran dan kerendahan hati anda, anda layak menjadi seorang juara, saya mohon maaf jg kepada team dan orang2 disana jika perkataan saya ada menyakitkan siapa2 secara personal, saya hanya berusaha menjual fight ini supaya menarik, MAAFkan saya brur, dan Selamat sebesar besarnya.

Ketiga saya mau berterimakasih kepada Tuhan YME, Allah Bapa di dalam Surga atas berkat untuk bisa berkarir di industry Fight Lokal selama ini.

Untuk semua teman2 dan haters di luar sana, terimakasih untuk semuanya saya belajar banyak hari ini , Saya akan mengambil waktu untuk rehat sejenak dan menenangkan diri saya lalu setelah itu saya akan kembali berlatih dan berkompetisi, GBU ALL," tulis Theo di Instagramnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel