Pengakuan Ulama yang Hampir Digorok Pemuda Mengamuk

Ezra Sihite, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Haji Ahmad Tajul Aspia yakni salah satu ulama di Cinere, Depok, Jawa Barat nyaris jadi korban penganiayaan oleh seorang pemuda yang diduga mengalami gangguan kejiwaaan. Peristiwa itu terjadi pada Jumat dini hari, 30 Oktober 2020. Pemuda mengamuk itu mengancam akan menggorok leher ulama itu.

Lalu seperti apa kronologi dari kasus itu? Melalui video yang beredar di media sosial (medsos), Ahmad Tajul menuturkan bahwa pelaku melancarkan aksinya ketika ia bersama sejumlah santri usai melakukan pengajian sekira pukul 03:15 WIB.

“Gerbang kan dikunci tiba-tiba dia datang, loncat nendang pagar mau gorok leher saya. Akhirnya diatasilah sama anak-anak murid, diringkus,” kata Haji Ahmad Tajul.

Setelah berhasil diamankan, pelaku ternyata masih berteriak ingin menggorok leher Ahmad Tajul. “Tapi alhamdulilah Allah jaga,” ujarnya.

Lebih lanjut Ahmad Tajul mengungkapkan menurut keterangan polisi, pemuda tersebut mengalami gangguan kejiwaan dan itu juga disampaikan oleh pihak keluarga.

“Ya menurut keterangan polisi ini anak kemungkinan besar stres, gangguan jiwa. Menurut keluarganya juga begitu, ada gangguan sedikit tapi lagi dituntasin sama polisi," kata dia.

Ahmad Tajul mengaku telah memaafkan pelaku. Saat ini ini kasusnya sudah ditangani Polsek Limo.

Sebelumnya seorang pemuda berinisial MR diduga mengalami gangguan kejiwaan. Dia sempat mendatangi dan mengatakan akan menggorok leher ulama Haji Ahmad Tajul.

Menurut keterangan ayah MR, anaknya itu sejak empat bulan terakhir mengalami perubahan karakter. MR kerap bicara sendiri, tertawa sendiri dan tidak bisa paham ketika diajak berkomunikasi

“Kata ibunya juga begitu. Sekitar empat bulan ini anaknya mengalami perubahan sifat, sering tidak sholat dan tidak mengaji. Saat ditanya menjawab lupa,” kata Kapolsek Limo Ajun Komisaris Polisi Daru Wibowo Saputro.

Bahkan MR kata keluarganya juga kerap bertingkah aneh seperti membakar sampah di depan rumahnya sendiri.

“Saksi (keluarga) sudah mengantisipasi dengan tidur di depan rumah untuk mengontrol apabila anaknya keluar rumah,” ujarnya.

Ayah MR mengakui bahwa anaknya memang sempat berobat ke Haji Ahmad Tajul akibat masalah kejiwaan yang dialami dan kemudian diberikan air putih. Usai insiden upaya penganiayaan ulama, MR kini sudah dirujuk ke RSJ Cilandek, Bogor, Jawa Barat.