Pengakuan Yustinus Pae: Saya dan Boaz Solossa Memang Tenggak Miras Sebelum Uji Coba Persita Vs Persipura

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jayapura - Yustinus Pae kompak dengan Boaz Solossa. Dia mengakui menanggak minuman keras alias miras bersama kompatriotnya itu dua hari sebelum Persipura Jayapura beruji coba dengan Persita Tangerang.

"Kalau cerita saya, tidak jauh dari Boaz. Saya tambahkan saat uji coba. Hari Jumat, kami memang mengonsumsi miras," kata Yustinus Pae dalam wawancaranya di channel YouTube Jurnal Tanah Papua.

Pada Minggu, 13 Juni 2021, Persipura menantang Persita Tangerang dalam partai uji coba di Stadion Benteng Taruna, Tangerang.

Pertandingan terpaksa dihentikan pada pertengahan kedua. Apa sebabnya? Laga latih tanding itu berujung kericuhan. Pemain kedua kesebelasan mulai saling jegal satu sama lain.

Beberapa pekan pasca-kejadian itu, buntut dari kekacauan tersebut mulai terkuak. Persipura memutuskan untuk memecat Yustinus Pae dan Boaz dengan vonis indisipliner berat dan berulang.

Pelatih Persipura, Jacksen Tiago bahkan mengindetifikasi perilaku dari Yustinus Pae dan Boaz sebagai "sesuatu yang berbahaya, mengarah ke doping, mengancam nyawa, hingga bisa kolaps di lapangan."

Klaim Yustinus Pae

Bek Persipura, Yustinus Pae, berusaha melewati hadangan pemain Bhayangkara FC pada laga Liga 1 Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (18/11). Bhayangkara menang 2-0 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Bek Persipura, Yustinus Pae, berusaha melewati hadangan pemain Bhayangkara FC pada laga Liga 1 Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (18/11). Bhayangkara menang 2-0 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Yustinus Pae mengklaim, efek dari minuman keras akan hilang satu hari setelah menganggaknya. Dia mengaku mengonsumsi alkohol kepada Jacksen sesaat sebelum pertandingan.

"Semua orang tahu kalau pengaruh dari meminum minuman keras itu sudah hilang satu hari setelahnya. Ketika meeting dalam ruang ganti sebelum uji coba, saya bilang ke coach bahwa saya dan Boaz memang minum. Semuanya terserah kepada coach. Apakah mau menurunkan kami atau tidak," jelas Yustinus Pae.

"Coach menjawab, karena saya dan Boaz sudah diproyeksikan bermain, maka kami berdua tetap bermain. Setelah kami bermain, terjadi kekacauan itu. Saya lebih dulu diganti pada babak pertama, baru Boaz di paruh kedua."

"Setelah kami diganti, baru ada insiden itu. Setelah kejadian itu, laga dihentikan dan kami masuk ruang ganti. Coach bicara banyak. Akhirnya semua dikaitkan dengan perbuatan kami. Coach juga bilang bahwa kejadian itu buntut dari perbuatan kami," tutur Yustinus Pae.

Sanggah Tuduhan Jacksen

Bek Persipura, Yustinus Pae, menjatuhkan striker Bhayangkara FC, Dendy Sulityawan, pada laga Liga 1 Indonesia di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (9/9/2017). Bhayangkara FC menang 2-1 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Bek Persipura, Yustinus Pae, menjatuhkan striker Bhayangkara FC, Dendy Sulityawan, pada laga Liga 1 Indonesia di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (9/9/2017). Bhayangkara FC menang 2-1 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Yustinus Pae mengklaim perbuatannya bersama Boaz tidak bakal beresiko seperti apa yang dikatakan oleh Jakcsen. Bek berusia 38 tahun itu juga menyanggah dugaan mengonsumi narkoba.

"Kami punya saksi hidup. Mungkin manajemen dan pemain-pemain lain, kalau memang dibilang saya dan Boaz begitu, tanya langsung kepada mereka. Mereka pasti bicara," jelas Yustinus Pae.

"Saya sebenarnya tidak mau bicara. Cuma karena coach memberikan pernyataan terkait kekacauan di ruang ganti, doping, sampai membahayakan nyawa orang, saya harus klarifikasi bahwa saya dan Boaz tidak pakai barang itu."

"Mungkin teman-teman yang bermain bareng kami tahu. Coach harus bertanggung jawab dengan apa yang coach bilang sebab ini menyangkut nama baik kami," terang Yustinus Pae.

Sumber: YouTube Jurnal Tanah Papua

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel