Pengalaman Indah Setahun Mengajar di Natuna, Mutiara di Ujung Utara

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Punya cerita atau pengalaman tentang rasa rindu kepada kampung halaman, berbagai macam makanan khas daerahmu yang menggugah selera, hingga objek wisata yang bagai surga dunia? Atau punya cara tersendiri dalam memaknai cinta Indonesia? Pada bulan Agustus kali ini, kamu bisa membagikan semuanya dalam Lomba Share Your Stories bulan Agustus dengan tema Cinta Indonesia seperti tulisan yang dikirim oleh Sahabat Fimela ini.

***

Oleh: Anindita Ayu

Menjadi Pengajar Muda adalah pengabdian yang aku lakukan empat tahun lalu. Menjadi relawan pengajar di tempat yang diberi julukan Mutiara di Ujung Utara yaitu Natuna.

Aku yang biasanya tinggal di kota diharuskan tinggal selama setahun di desa yang pasokan listriknya minim dan susah sinyal. Listrik hanya hidup dari jam 18.00- 24.00 jika terjadi kerusakan pada mesin, listrik bisa tidak hidup berhari- hari. Untuk sinyal tidak usah ditanya,SMS telat masuk berjam-jam, ketika menelepon seperti dalam akuarium pun sudah aku alami.

Banyak yang bertanya mengapa aku mau mengikuti program ini padahal sudah tahu bahwa akan ditempatkan di tempat antah berantah. Jawabannya adalah karena aku ingin melihat sudut-sudut indah dari negeriku dan ingin mengabdi untuk negeri ini secara tindakan dan inilah cara yang aku pilih.

Pengalaman Tak Terlupakan Menjadi Guru

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/mangpor2004
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/mangpor2004

Selama menjadi Pengajar Muda banyak hal yang aku lihat dan pelajari. Betapa ramahnya masyarakat terhadap pendatang yang notabene tidak dikenal,toleransi terhadap suku dan agama yg berbeda dan indahnya panorama dari negeriku ini.

Menjadi guru SD selama setahun dan melihat sendiri antusias anak-anak belajar walaupun dalam keterbatasan, menjadikan semangat tersendiri dalam diriku saat itu. Aku selalu menanamkan pada diriku bahwa waktuku yang hanya setahun sebagai guru ini harus benar-benar dimanfaatkan dan dapat menjadi nilai tambah untuk mereka.

Ketika anak-anak di kota bisa dengan mudah mengakses internet, murid-muridku harus berjalan lumayan jauh ke pelabuhan untuk mendapatkan sinyal internet. Tetapi mereka dengan riang melakukannya. Segala hal baru selalu menarik perhatian mereka. Termasuk aku, yang merupakan guru baru di sekolah mereka.

Setiap pagi ketika kutatap wajah-wajah muridku, dan kulihat semangat di sorot mata mereka, aku percaya bahwa negeri ini akan berjalan ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, setelah purna tugas menjadi Pengajar Muda aku meluangkan waktuku untuk turun tangan berbuat sesuatu yang bisa bermanfaat untuk orang banyak. Misalnya dengan membuat acara yang bertemakan pendidikan ataupun lingkungan. Seperti edukasi pembuatan biopori dan edukasi terhadap anak remaja. Aku selalu menjaga harapanku, kelak negeriku akan semakin maju dan mampu berdaya saing.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel