Pengalaman Mati Suri Alitt Susanto Bertemu Penjaga Pintu Besar

Adinda Permatasari, Wahyu Firmansyah
·Bacaan 2 menit

VIVAPenulis buku Shitlicious, Alitt Susanto menceritakan pengalaman pribadinya saat mengalami kecelakaan parah hingga membuatnya mengalami mati suri.

Kejadian itu bermula ketika Alitt yang mengaku cukup nakal saat masih bersekolah, membantah ibunya yang membangunkannya untuk sahur.

"Bulan Ramadhan tahun 2003 itu bulan Oktober tanggal 30, ini hampir ulang tahun ke 17 mataku operasi. Aku lagi tidur dibangunin nyokap, males. Aku cuma jawab kenapa, terus mama bilang sahur puasa, males aku ngomong gitu," ucap Alitt dalam video di kanal YouTube Andhika Pratama dikutip, Jumat, 6 November 2020.

Alitt yang merasa kesal akhirnya pergi dari rumah dengan menggunakan motornya tetapi tidak menggunakan helm. Jalanan yang masih gelap membuat Alitt kesulitan untuk melihat kendaraan yang berada di arah yang berbeda dengannya.

Tiba-tiba saja, Alitt yang mengambil jalan agak tengah untuk menghindari anak-anak yang ingin membangunkan sahur tidak melihat mobil yang ternyata berada tepat didepannya.

"Abis itu aku cabut, ngambil motor, mama waktu ngasih helm. Gak mau tak tampol helmnya terus ngebut di jalan. Masih gelapkan jam sahur. Aku mau nyusul temenku yang di jalan. Terus di jalanan ada banyak anak kecil jalan kaki keliling sahur. Aku liat ada lampu satu aku ambil tengah ngindarin anak-anak. Kirain motor ternyata mobil baru sadar udah deket udah terlambat. Motor tak lempar aku ngehantem mobil," ucapnya.

Karena kejadian itu, Alitt harus dirawat selama tiga pekan di rumah sakit. Ia tidak sadarkan diri selama itu. Ternyata, saat tidak sadarkan diri, ia mengalami kejadian yang aneh atau mengalami mati suri.

"Ada pengalaman spiritual seakan-akan aku di ruang hampa kosong tapi ada cahaya, aku ikutin, ada tangga aku naik jauh banget tapi gak capek," katanya.

Alitt yang mengikuti terus arah cahaya itu akhirnya dipertemukan dengan sebuah pintu besar dengan penjaga yang akhirnya membuatnya sadar kembali.

"Sampai atas tuh ada sebuah pintu gede banget depannya ada yang jaga bentuknya kaya manusia tapi asap semua megang tombak ujungnya ada kaya bulan gitu. Aku ditanya kamu mau kemana tapi bahasa Jawa. Aku bilang aku mau masuk. Ini belum waktumu terus ditendang langsung sadar di rumah sakit. Persis kaya film," ucapnya.

Usai kejadian itu, Alitt sempat mengalami amnesia sesaat. Ia lupa keluarga yang saat itu berada di rumah sakit. Sejak saat itulah Alitt mulai berubah hingga menjadi seperti saat ini.

"Cuma penebusan itu terjadi saat mama aku ngerawat setiap hari, makan disuapin, mandi dilapin pakai kain, air anget, rambut disisir, jalan ditatah. Nah, disitu seakan-akan menjawab mama ku peduli. Di sana aku nyesel banget bahwa selama ini aku nyakitin, banyak salah," ucapnya.

Alitt yang sebelumnya merasa sang ibu tidak peduli dengannya kini berubah. Bahkan, pesan haru yang disampaikan oleh ibunya sangat ia ingat hingga kini.

"Nyokap bilang, sejelek-jeleknya apapun kamu, seburuk-buruknya apa yang kamu lakuin kemarin kamu masih anakku, kamu darah dagingku dan aku yakin ada waktunya kamu akan berubah dan aku sabar nunggu itu," ujarnya.