Pengalaman Mencekam Alexander Pulalo saat Super Derby Jatim: Pakai Seragam Tentara untuk Keluar dari Stadion

Bola.com, Jakarta - Alexander Pulalo memperkuat cukup banyak klub di sepanjang kariernya. Namun, ia cukup identik dengan Arema.

Alexander Pulalo menjadi bagian dari Singo Edan dari musim 2005 hingga musim 2009. Banyak memori yang ditinggalkannya selama membela klub kebanggaan warga Malang itu.

Salah satunya terjadi di babak perempatfinal Copa Indonesia 2006. Saat itu Arema bertandang ke markas rival terbesar mereka, Persebaya Surabaya.

Laga yang kerap disebut dengan Super Derby Jatim itu berlangsung panas. Arema pada akhirnya menang 0-1. Selepas laga sempat terjadi kerusuhan di Stadion Gelora 10 November di Tambaksari, Surabaya.

Tertahan di Dalam Stadion

Tangkapan layar obrolan Hamka Hamzah dan Alexander Pulalo di kanal Youtube Hamka 23 Story
Tangkapan layar obrolan Hamka Hamzah dan Alexander Pulalo di kanal Youtube Hamka 23 Story

Kepada kanal Youtube Registaco, Alex menyebut saat itu pemain Arema sangat lama tertahan di dalam stadion. Mereka sangat kesulitan keluar dari stadion untuk pulang ke hotel.

"Pernah waktu itu main di Surabaya, kami menang 1-0. Kita pemain itu tidak bisa keluar stadion. Pertandingan selesai jam 7 malam, kita baru bisa keluar jam 12 malam," kenangnya.

Menyamar Jadi Tentara

Pesepak bola legendaris, Alexander Pulalo, saat melatih di SSB Parung, Jawa Barat, Jumat (13/7/2018). Pemain kelahiran Papua ini merupakan mantan anggota PSSI Primavera. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Pesepak bola legendaris, Alexander Pulalo, saat melatih di SSB Parung, Jawa Barat, Jumat (13/7/2018). Pemain kelahiran Papua ini merupakan mantan anggota PSSI Primavera. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Setelah berjam-jam tertahan di dalam stadion, aparat keamanan memiliki ide. Para pemain dan ofisial Arema diharuskan memakai seragam tentara agar bisa aman keluar dari stadion.

"Itu pun kita pemain disuruh pakai seragam loreng tentara, jadi disamarkan begitu. Keluar satu-satu pakai motor Polisi," jelas Alex.

Sosok yang kini menjadi pelatih di sebuah SSB di Jakarta itu menyebut itu sebagai suka duka yang harus dijalani sebagai atlet sepak bola. Terutama di sepak bola Indonesia.

"Itu lah suka dukanya di sepak bola seperti itu," sambungnya.

Betah di Malang

Mantan atlet pesepakbola, Alexander Pulalo, saat ditemui di Jogjakarta, Jawa Tengah, Selasa, (17/7/2018). Para legenda olahraga Indonesia tersebut akan mengikuti Kirab Obor Asian Games 2018. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Mantan atlet pesepakbola, Alexander Pulalo, saat ditemui di Jogjakarta, Jawa Tengah, Selasa, (17/7/2018). Para legenda olahraga Indonesia tersebut akan mengikuti Kirab Obor Asian Games 2018. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Selain Arema, Alex Pulalo pernah memperkuat klub lain. Sebut saja Semen Padang, Persib Bandung, dan Persija.

Namun, Arema dan kota Malang punya kesan tersendiri di dalam lubuk hati sosok berkepala plontos tersebut. Ia merasa sangat dihormati dan dicintai terutama oleh para pendukung Arema.

"Saya lebih nyaman di Arema secara kekeluargaan enak. Suporter baik sama pemain, jadi saya betah di Malang," jelasnya.

Alexander Pulalo pensiun sebagai pemain di tahun 2011. Mitra Kukar adalah klub terakhir yang ia perkuat sebagai pemain.

Sumber: Youtube Registaco

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel