Pengalaman Pakai Huawei P40 Pro Plus dari Kamera hingga Nihilnya Layanan Google

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini, Huawei membuka pre-order untuk flagship smartphone terbaru dan termahalnya di Indonesia, Huawei P40 Pro Plus.

Smartphone ini dijual Rp 18,5 juta dan menawarkan segudang fitur terbaiknya. Kamera, perekaman video, performa gaming, sampai ke antarmuka yang intuitif. Seperti apa?

1. Desain dan Layar

Dari segi desain, Huawei P40 Pro bisa dibilang memiliki desain yang mewah dengan punch hole di bagian layar untuk menempatkan kamera.

Pada bagian sisi layar juga tampak agak melengkung menjadikan pengalaman menyaksikan konten bisa lebih maksimal.

Bodi belakangnya terbuat dari material ceramic dan hanya hadir dalam balutan warna putih di Indonesia. Dengan material ceramic ini, ketika pengguna memegangnya, tidak tampak ceplakan tangan.

Pada bodi belakangnya juga ditempatkan lima kamera utama dengan frame bentuk persegi panjang. Frame ini diletakkan di bagian sudut kanan atas.

Secara keseluruhan bodi Huawei P40 Pro Plus mudah digenggam karena pada tiap sisinya terdapat lengkungan sehingga pas di tangan.

Sayangnya, perangkat ini cukup berat, yakni 226 gram sehingga tidak nyaman dipegang terlalu lama. Terlepas dari desainnya yang mewah, bodi P40 Pro Plus juga cukup tebal.

Perangkat ini menggunakan layar 6,58 inci jenis OLED dengan resolusi 1.200x2.640 piksel. Layar dibekali refresh rate 90Hz sehingga menghadirkan pengalaman yang lebih smooth.

2. Kamera

Kamera Huawei P40 Pro Plus (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Huawei P40 Pro Plus mengusung lima kamera utama di bodi belakangnya. Masih seperti seri sebelumnya, P40 Pro Plus menggunakan teknologi kamera yang dikembangkan bersama Leica.

Secara singkat, kelima kamera Huawei P40 Pro Plus masing-masing memiliki sensor 40MP f/1.8 ultra-wide, 50MP RYYB f/1.9 ultra vision wide, 8MP periscope f/4.4 dengan 10x optical telphoto, 8MP f/2.4 dengan 3x optical telephoto, dan ToF.

Kami menjajal berbagai kemampuan kameranya, mulai dari zoom, monokrom, mode malam, bokeh, dan selfie.

Berikut adalah hasilnya:

Memotret objek dengan resolusi tinggi dan hasilnya ketika dicrop:

Memotret objek dengan resolusi tinggi dan hasilnya ketika dicrop:

Hasil foto hitam putih dengan lensa monokrom:

Secara keseluruhan, berdasarkan pengalaman kami, kamera Huawei P40 Pro Plus mampu menghasilkan gambar yang sangat jernih, termasuk kemampuan zoom 50x yang patut diapresiasi.

Sementara untuk pengambilan gambar di malam hari pun Huawei P40 Pro Plus layak mendapatkan acungan jempol. Salah satunya ketika kami mencoba untuk memotret kucing di malam hari.

Pemotretan tanpa menggunakan mode malam menghasilkan foto yang detail dan terang. Selain itu, begitu background buram pun juga sangat rapi.

Hasil lebih baik juga dirasakan ketika memotret objek yang sama menggunakan mode malam. Hasilnya gambar lebih terang, bulu-bulu dan mata kucing terlihat lebih hidup.

3. Performa dan Baterai

Kinerja smartphone flagship ini didukung oleh chipset Kirin 990. Huawei membenamkan RAM 8GB dan memori internal 512GB pada P40 Pro Plus.

Huawei P40 Pro Plus juga bisa diandalkan untuk bermain gim kelas berat. Kami mencoba gim Free Fire di perangkat ini, hasilnya pengalaman main gim sangatlah smooth dan tidak terasa lag. Tampilan grafis pun sangat memanjakan mata.

Saat main antara 45 menit hingga satu jam, perangkat juga tidak cepat panas ataupun ngelag.

Untuk baterai, perangkat ini dibekali baterai 4.200 mAh dengan dukungan pengisian daya cepat 40 watt. Berdasarkan pengalaman penggunaan, smartphone ini bisa terisi penuh dari 15 persen ke 100 persen dalam waktu 1 jam.

4. Software

EMUI 10.1 pada Huawei P40 Pro Plus (Liputan6.com/Agustin Setyo W)

Jika ada satu hal yang paling disayangkan pada P40 Pro Plus adalah nihilnya layanan Google Mobile Service pada perangkat ini. Hal ini lantaran Amerika Serikat melarang perusahaan teknologi Google untuk bekerja sama secara ekslusif dengan Huawei.

Akibatnya, sejumlah layanan ekslusif Google seperti Google Maps, Drive, Photos, YouTube, Google Play Store, dan lain-lain tidak ada di Huawei P40 Pro Plus.

Apakah hal ini mempengaruhi pengalaman dalam memakai smartphone? Tentu saja. Dengan absennya aplikasi-aplikasi eksklusif GMS yang dipakai mayoritas orang Indonesia, pengguna bakal kesulitan untuk mengakses aplikasi lain yang memerlukan dukungan Google.

Misalnya untuk mengakses aplikasi Gojek yang petanya berbasis pada Google Maps.

Namun absennya GMS tak berarti membuat Huawei P40 Pro Plus jadi tak bisa dipakai. Huawei menyuntikkan Huawei Mobile Service (HMS) dengan toko aplikasi AppGallery di dalamnya.

Karena masih terus dikembangkan, AppGallery milik Huawei pun belum memuat aplikasi sebanyak Google Play Store, terutama aplikasi lokal. Akibatnya, pengunduhan aplikasi-aplikasi penunjang kebutuhan sehari-hari agak lebih terbatas ketimbang pada smartphone yang memiliki layanan GMS.

Meski begitu, Huawei mengklaim sudah ada 161 aplikasi lokal yang bisa diunduh di AppGallery, termasuk aplikasi perbankan, transportasi, hingga entertainment.

Kami sempat mencoba memindahkan aplikasi Grab dari smartphone lama ke P40 Pro Plus menggunakan aplikasi Phone Clone. Setelah dipindahkan, kami mencoba memesan GrabFood di P40 Pro Plus, makanan yang dipesan pun tiba sesuai pesanan.

Sayangnya, di aplikasi Grab yang terpasang di P40 Pro Plus, tidak tampil maps yang menunjukkan lokasi pengemudi sehingga agak sulit untuk melacak posisi driver. 

Sementara dari sisi antarmuka, Huawei menjalankan EMUI versi 10.1 yang berbasis Android 10. Antarmuka ini berjalan dengan sangat smooth di perangkat P40 Pro Plus dengan hand gesture sebagai pengganti tombol back.

5. Kesimpulan

Huawei P40 Pro Plus (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Huawei P40 Pro Plus mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, baterainya yang hemat dan pengisian daya yang cepat memberi nilai lebih bagi smartphone ini.

Kelebihan lainnya adalah kamera perangkat yang hasilnya sungguh memuaskan dalam berbagai kondisi. Sayangnya, untuk perekaman video menggunakan kamera selfie, hasilnya bisa dibilang agak kurang maksimal jika berada di dalam ruangan.

Performa perangkat juga tak terkendala apapun. Misalnya untuk main gim ataupun mengerjakan tugas-tugas harian seperti main medsos, kamera, atau browsing.

Kekurangan kami temukan dari sisi desain. Meski hadir dengan desain mewah, cantik, sekaligus kokoh, Huawei P40 Pro Plus memiliki bobot yang terlalu berat sehingga kurang nyaman jika dipegang terlalu lama.

Kekurangan lain juga dari sisi dukungan software. AppGallery milik Huawei belum memiliki banyak aplikasi yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pengguna bisa saja mengunduh dari sumber ketiga, namun jika tidak hati-hati, smartphone bisa disusupi malware.

Oleh karenanya, sangat penting bagi Huawei untuk segera menambah berbagai aplikasi daily needs sehingga pengguna bisa lebih nyaman memakai perangkat ini.

Mengingat harga perangkat ini cukup mahal, Rp 18,5 juta, sudah seharusnya Huawei menawarkan berbagai kemudahan dan kepraktisan bagi para penggunanya.

Pada akhirnya, kami menyerahkan keputusan ke pengguna untuk membeli atau tidaknya perangkat ini. 

(Tin/Isk)