Pengamat: 2021 jadi tantangan pariwisata untuk bangkit

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Chusmeru mengatakan tahun 2021 menjadi tantangan untuk membangkitkan sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19.

"Dua hal penting yang menjadi catatan adalah bahwa kasus COVID-19 pada tahun 2021 telah dapat terkendali dan pandemi segera berakhir, serta upaya untuk pemulihan di sektor pariwisata," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.

Dia mengatakan tantangan sekaligus harapan itu tentu saja menjadi tugas berat dari Menteri Kesehatan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang baru.

Chusmeru juga mengatakan program vaksinasi COVID-19 akan menjadi angin segar bagi sektor pariwisata di Tanah Air. "Seiring dengan mulai akan dilakukannya vaksinasi, harapan pemulihan pariwisata diharapkan akan makin cepat terwujud," katanya.

Dia optimistis bahwa pada sekitar pertengahan tahun 2021 pariwisata Indonesia secara perlahan akan bisa bangkit dan menggeliat kembali.

"Untuk itu kalangan industri pariwisata perlu melakukan langkah-langkah persiapan dalam rangka memulihkan kembali pariwisata Indonesia. Sebagaimana disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno, tiga hal penting perlu dilakukan yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi," katanya.

Dia mengatakan industri pariwisata perlu membuat inovasi produk dan layanan wisatanya agar wisatawan menikmati sesuatu yang baru dalam berwisata. "Inovasi itu bisa dilakukan oleh kalangan perhotelan, restoran, biro perjalanan, pengelola objek wisata, kuliner, cinderamata dan industri kreatif lainnya," katanya.

Menurut Chusmeru, sektor pariwisata di tahun 2021 masih akan memiliki perbedaan dengan tahun-tahun sebelum adanya pandemi.

"Untuk itu maka komponen pengusaha pariwisata dan wisatawan perlu beradaptasi dengan kondisi baru. Penerapan protokol kesehatan merupakan hal yang mutlak yang perlu dilakukan dalam berwisata," katanya.

Adaptasi ini akan menuntut kesadaran semua pihak, baik pengusaha maupun wisatawan. Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) menjadi penting bagi industri pariwisata.

"Sedangkan wisatawan juga harus beradaptasi dengan berbagai aturan dan kebijakan yang berkaitan dengan protokol kesehatan selama berwisata," katanya.

Selain itu, kata dia, kolaborasi antarkementerian sangat diperlukan untuk memulihkan kembali sektor pariwisata di Tanah Air.

Baca juga: Percepat pemulihan wisata, Sandi Uno ajak dialog pemda se-Indonesia
Baca juga: Teknologi digital solusi pemulihan pariwisata
Baca juga: Ekonom: ketersediaan vaksin jalan pemulihan pariwisata, ekonomi ASEAN