Pengamat: 2023 Indonesia Bisa Goodbye Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat ekonomi memprediksi Indonesia akan memasuki transisi ekonomi pada 2022 mendatang. Bahkan, tahun ini dinilai sebagai tahun pemulihan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya karena terdampak pandemi Covid-19.

Pengamat Perbankan Ryan Kiryanto menilai dengan tingkat mobilitas dan kegiatan ekonomi yang berangsur membaik ini, ia optimistis tahun depan Indonesia mampu melalui masa transisi untuk kembali ke kondisi ekonomi normal pra pandemi.

“Dan di 2023 mudah-mudahan kita sudah masuk zona baru, kita bisa goodbye dengan pandemi covid-19,” kata pria yang jadi Staf Khusu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu dalam webinar Forwada Online Medi Workshop, Jumat (24/12/2021).

Dalam paparannya, ia mengacu pada data proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dikeluarkan International Monetary Fund (IMF). Hasilnya, rata-rata negara menunjukkan pertumbuhan ekonomi dibanding dengan 2020 lalu.

“Artinya tahun ini adalah tahun pertumbuhan ekonomi kawasan, ekonomi global, maupun ekonomi individu negara,” kata dia.

Ia melihat, dari sisi pertumbuhan ekonomi global dari data yang sama, sejumlah negara termasuk Eropa, Tiongkok dan Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yang tinggi. Namun, secara global diprediksi tumbuh sebesar 5,9 persen.

“Ini naiknya cukup tinggi, tapi tetap tahun 2022 sudah mulai melandai. Definisi melandai ini adalah adjustment kembali ke level normalnya, level normal ke sebelum masa pandemi,” terangnya.

Sementara itu, untuk Indonesia, sejumlah lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan tahun ini sebesar 3,6 persen positif. Jika dibanding dengan tahun lalu yang 2,1 persen minus, artinya, kata dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup bagus.

“Karena kita tumbuh diatas yang tahun lalu hanya minus 2,1 persen, tahun depan kita akan lebih kenceng lagi. Karena kita kembali ke level normal. Level normal di level antara 5-6 persen,” kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Waspadai Stagflasi

Suasana pemukiman dan gedung pencakar langit diambil dari kawasan Grogol, Jakarta, Rabu (11/11/2020). Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan lebih baik pasca pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Suasana pemukiman dan gedung pencakar langit diambil dari kawasan Grogol, Jakarta, Rabu (11/11/2020). Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan lebih baik pasca pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kendati dengan kondisi yang optimis, ia mewanti-wanti setiap pihak yang terlibat untuk mewaspadai adanya stagflasi. Artinya, kondisi inflasi cenderung naik, namun kegiatan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi relatif datar atau tak berjalan.

“Ini menimbulkan situasi stagflasi, ini jadi PR (Pekerjaan Rumah) yang penting untuk pemerintah, untuk otoritas keuangan, untuk bagaimana melewati 2021 ini jangan sampai terjadi stagflasi seperti ini,” katanya.

Dengan demikian, ia menyimpulkan, guna mengurangi risiko stagflasi tadi, kegiatan ekonomi, bantuan sosial, relaksasi kebijakan ekonomi baik sisi fiskal dan moneter harus tetap dijalankan dalam beberapa waktu kedepan.

“Karena hanya ini upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita. Mungkin sekarang 3,6 persen, tapi tahun depan bisa 5 persen,” katanya.

Sementara itu, dalam memasuki masa transisi di tahun depan, ia pun membeberkan sejumlah hal yang perlu dilakukan. Misalnya melakukan penyerapan terhadap tenaga kerja, khususnya di bidang digital. Kemudian masuk pada investasi capital market, hingga tingkat produktivitas yang meningkat.

“Dengan begitu, cita-cita satu abad Indonesia 2045 mudah-mudahan bisa tercapai,” tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel