Pengamat: Anggota DPR Berburu Dana untuk Pemilu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Ketua Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, mengatakan banyak anggota DPR terindikasi melakukan praktek suap untuk mencari pendanaan Pemilu 2014.

"Mungkin masih banyak (yang seperti Lurfhi Hasan Ishaaq). Ini kan menjelang Pemilu 2014, butuh biaya besar untuk partai atau anggota Dewan berjuang kembali biar terpilih lagi nanti," kata Sebastian ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (3/2/2013).

Sebastian ditanya soal penangkapan eks Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq oleh KPK dalam kasus suap daging impor. Menurut Sebastian, anggota DPR atau politisi yang maju jadi caleg pada Pemilu nanti butuh biaya besar agar terpilih menjadi anggota DPR.

"Mungkin masih banyak (yang seperti Luthfi) cuma masalahnya yang ketimpa PKS saja," kata dia.

Dikatakan untuk maju dan terpilih lagi jadi anggota DPR dalam Pemilu butuh biasa besar dan dengan cara korupsi atau suap bisa cepat mendatangkan uang. "Cara mudahnya (dapatkan uang) yah seperti itu," kata dia.

Informasi yang beredar Lutfhi sempat menerima Ahmad Fathonah di gedung DPR Jakarta sebelum penangkapan di Hotel Le Meridien.

Menurut Sebastian, untuk melakukan transaksi suap atau pembicaraan proyek semacam itu bisa dilakukan dimana saja termasuk di gedung DPR.

"Oh iyah jadi apa namanya banyak kasus terjadi seperti dan banyak tempat bisa dimanfaatkan untuk bertransaksi. Tidak hanya di DPR, transaksi bisa diluar," kata Sebastian.

Menurut Sebastian, transaksi bisa dilakukan dimanapun dan KPK tidak kesulitan mendeteksinya sebab KPK sudah dilengkapi dengan alat canggih untuk menyadap pembicaraan.

"Anggota Dewan itu harusnya sadar mereka dibawah pantauan maka dihentikanlah hal seperti itu. Ini menjadi pelajaran bagi DPR berhenti main-main soal anggaran," tegas Sebastian Salang.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.