Pengamat: Aplikasi PSE Kominfo belum berjalan optimal

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai aplikasi pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Kemenkominfo belum sepenuhnya berjalan baik dan optimal, karena masih banyak masyarakat yang bingung akibat kurangnya edukasi serta sosialisasi terkait penggunaan aplikasi.

“Menurut Saya memang harus ada pembenahan baik dengan tata kelolanya dan pengawasannya, termasuk juga yang penting penegakan aturannya. Aplikasinya juga belum sempurna, masih banyak penggunanya bingung, karena itu harus melalui edukasi yang panjang,” ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin.

Menurutnya, sosialisasi dan edukasi yang kurang ditegakkan menjadi alasan penggunanya banyak yang kesulitan untuk mendaftarkan perusahaannya.

Selain kurangnya edukasi, aturan PSE yang ada sekarang dinilainya juga terlalu sederhana dan kurang tegas, terlebih untuk konsekuensi pemberian sanksi.

Baca juga: Menkominfo pastikan pihaknya siap bantu PSE mendaftar

“Jadi aturan-aturannya sendiri masih terkesan terbentur dengan aturan yang lain, sehingga ada kesan tumpang tindih yang menyebabkan evaluasi terhadap PSE ini memang sangat mendesak kalau kita menginginkan target tercapai,” kata Trubus.

Target adanya aturan PSE Kemenkominfo adalah untuk mendata dan mencegah PSE ilegal baik perusahaan lokal maupun dari perusahaan asing.

Menanggapi beredarnya kasus pengguna yang kesulitan mendaftarkan perusahaannya melalui laman PSE Kemenkominfo, menurut Trubus, itu butuh informasi yang lebih jelas dari pengguna yang bersangkutan dan oleh Kominfo perlu adanya pembenahan sistem agar mudah dimengerti pengguna.

“Kalau memang itu tujuannya benar-benar memenuhi target, aplikasinya harus dirancang sedemikian matang termasuk perlindungannya dan sistemnya harus yang canggih, jadi penggunanya nyaman dan jelas memakainya,” ucapnya.

Baca juga: Pakar: Regulasi PSE diperlukan selain literasi digital

Sementara itu mengenai perusahaan Google yang terdaftar dari Kota Sumedang, Trubus menduga ada dari oknum Kominfo yang memberikan akses untuk memasukkan nama Google dalam aplikasi tersebut.

“Kalau saya menduga ada peretas-peretas yang menginginkan kepentingan ekonomi juga. Jadi masuk itu tidak semata-mata meretas. Inilah menurut saya juga perlu aplikasi itu melindungi data pengguna,” kata Trubus.

Menurutnya, aplikasi Kominfo yang masih sangat lemah dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang memadai membuat ada kesan membiarkan kesalahan sistem itu terjadi.

“Aplikasi PSE Kominfo masih jauh dari sempurna, masih jauh dari target-target yang harusnya ditetapkan disana. Artinya memang masih banyak kekurangan. Menurut saya perlu disempurnakan, ditingkatkan dan lebih edukasi untuk penggunanya,” tutupnya.

Baca juga: Pakar telematika apresiasi pemerintah blokir aplikasi tidak daftar PSE

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel