Pengamat berharap pengendalian banjir lewat bendungan kurangi kerugian

·Bacaan 2 menit

Pengamat infrastruktur dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna berharap pengendalian banjir melalui bendungan dapat mengurangi tingkat kerugian di zona rentan bencana.

"Untuk sektor pengendalian banjir, bagaimana pengendalian banjir melalui bendungan ini mampu untuk mengurangi tingkat kerugian secara materil maupun jiwa yang ada pada zona-zona yang selama ini rentan terhadap masalah kebencanaan," ujar Yayat saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.

Menurut Yayat, bendungan juga memiliki fungsi dalam konteks untuk pengendalian banjir melalui bendungan kering seperti Bendungan Ciawi dan Sukamahi.

"Yang kita tunggu dari pembangunan-pembangunan bendungan ini adalah sinergi di mana Kementerian PUPR perlu berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan lainnya," katanya.

Memang pembangunan bendungan merupakan tugas Kementerian PUPR, namun dalam konteks untuk pengelolaan, menjaga pasokan air, pemeliharaan area hutan di sekitarnya dan sebagainya perlu juga bekerjasama dengan para pemangku kepentingan lainnya seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Daerah.

Jadi bisa dikatakan, menurut Yayat, bendungan ini sebagai bridging atau menjembatani, nanti bagaimana pemanfaatan di hilirnya dalam konteks untuk pengendalian banjir dan kebutuhan permukiman serta perkotaan bisa disinergikan.

Sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan proyek pembangunan 9 bendungan dapat rampung pada tahun 2022.

Adapun bendungan-bendungan yang akan diresmikan tersebut memiliki fungsi sebagai pengendali banjir, antara lain Bendungan Ciawi, Sukamahi, Margatiga, dan Sadawarna.

Bendungan Sadawarna sendiri selain akan mendukung lumbung pangan Jawa Barat sekaligus mengurangi risiko banjir di tiga kabupaten yang dilalui Sungai Cipunagara, yaitu Subang, Sumedang, dan Indramayu.

Sementara itu Bendungan Ciawi dan Sukamahi merupakan bendungan kering yang bertujuan untuk memperlambat air masuk ke wilayah Jakarta dan sekitarnya di saat musim hujan. Dengan mengendalikan volume dan kecepatan air yang masuk ke Jakarta akan membuat banjir di DKI Jakarta tertangani dengan baik.

Baca juga: Menteri PUPR minta 241 bendungan dikosongkan antisipasi La Nina
Baca juga: Menteri PUPR paparkan upaya pengendalian banjir di Sintang
Baca juga: DKI Jakarta klaim telah lakukan langkah strategis pengendalian banjir

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel