Pengamat: DPR Lamban Tuntaskan RUU Pilkada

Malang (ANTARA) - Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Mas`ud Said menilai, kinerja dan fungsi legislasi DPR RI lambat dalam menuntaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

"RUU usulan pemerintah ini sudah lengkap dan matang, namun pembahasannya di DPR sampai saat ini masih belum tuntas, karena itu DPR sesegera mungkin menyelesaikannya, paling tidak akhir tahun ini sudah disahkan," katanya di Malang, Kamis.

Ia mengakui, ada beberapa poin penting yang sudah dihasilkan DPR dalam pembahasan RUU Pilkada, namun proses penyelesaiannya untuk disahkan menjadi UU masih belum menunjukkan tanda tanda segera tuntas.

Menyinggung demokrasi yang dibeberkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-67 Kemerdekaan RI, guru besar Ilmu Pemerintahan UMM itu mengatakan, masih belum efektif.

Dalam konteks pelaksanaan demokrasi di daerah, katanya, sampai saat ini masih belum cukup efektif dan belum berkembang dengan baik karena ekses dari pilkada. Seringkali proses Pilkada mencederai proses demokratisasi.

Padahal, lanjutnya, demokrasi harus sehat, terhindar dari keburukan dan kebebasan yang terlalu luas serta harus ada toleransi yang beradab.

"Demokrasi yang seperti ini masih belum bisa berjalan dengan baik karena praktik-praktik tak terpuji dalam proses pilkada," tandasnya.

Dalam RUU Pilkada tersebut ada tiga isu penting yang menjadi pokok pembahasan (sorotan), yakni pemilihan gubernur yang dikembalikan pada pemilihan oleh DPRD, bupati dan wali kota tidak dipilih satu paket dengan wakilnya, serta larangan keluarga "incumbent" ikut mencalonkan diri dalam pilkada.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.