Pengamat: G20 mendorong penguatan budaya untuk hidup berkelanjutan

Pengamat kebudayaan dan pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Chusmeru mengatakan pelaksanaan G20 akan mendorong penguatan budaya untuk hidup berkelanjutan.

"Upaya untuk mewujudkan kehidupan berkelanjutan dengan kembali ke akar budaya merupakan hal yang sangat penting bagi seluruh negara peserta G20," kata Chusmeru ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Terkait hal itu, dia mengapresiasi seluruh rangkaian G20, termasuk pelaksanaan Pertemuan Menteri G20 bidang kebudayaan (G20 Culture Ministers Meeting/CMM), yang sangat penting dan strategis.

Baca juga: Komisi X : Penguatan penerapan budaya kunci menjaga kelestariannya

"Dampak pandemi COVID-19 yang telah berlangsung lebih dari dua tahun memang dirasakan di semua bidang kehidupan. Tidak terkecuali bidang kebudayaan," katanya.

Pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed itu menjelaskan ada tiga keterbatasan dalam kegiatan kebudayaan yang terdampak pandemi.

"Pertama, keterbatasan dinamika sumber daya budaya lokal karena pandemi. Kedua, keterbatasan sumber dana budaya lokal yang juga disebabkan oleh pandemi," katanya.

Ketiga, kata dia, keterbatasan kerja sama budaya akibat pembatasan mobilitas sosial.

"Dengan demikian, pelaksanaan G20 Culture Ministers Meeting diharapkan akan menjawab berbagai tantangan bidang kebudayaan," katanya.

Sebagai tindak lanjut dari G20 CMM, lanjutnya, perlu dirancang bersama model strategi kebudayaan adaptif untuk ketahanan budaya di situasi krisis.

"Kerja sama antarnegara sangat penting untuk merumuskan dan mewujudkan model strategi tersebut. Dalam konteks dalam negeri perlu dukungan antar-kementerian dan lembaga untuk menciptakan ketahanan budaya lokal," katanya.

Baca juga: Moerdijat: Penguatan kearifan setempat tangkal infiltrasi budaya asing

Baca juga: KJRI, diaspora dorong penguatan diplomasi budaya Indonesia di AS

Hal ini, kata dia, merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya satu atau dua kementerian saja, tetapi seluruh pemangku kepentingan bidang kebudayaan.

"Dengan model strategi kebudayaan adaptif, budaya lokal tetap mampu bertahan dalam ancaman krisis apapun. Dengan demikian, tema budaya untuk hidup berkelanjutan dalam gelaran G20 CMM dapat diimplementasikan dengan baik," kata Chusmeru.