Pengamat: Kebijakan pemerintah efektif bantu ekonomi bertahan

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai efektivitas kebijakan pemerintah dapat terlihat apabila mampu membantu masyarakat dan pelaku usaha untuk bertahan dalam kondisi pandemi.

"Kekuatan bertahan para pelaku ekonomi ini dapat menjadi modal besar untuk pemulihan ekonomi ketika pandemi berakhir," kata Piter dalam webinar ISEI di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pemerintah maupun otoritas terkait sudah melakukan berbagai sinergi kebijakan fiskal dan moneter berupa pemberian stimulus maupun insentif, pelonggaran suku bunga, dan restrukturisasi kredit, agar ekonomi dapat bertahan.

Baca juga: Kemenkeu proyeksikan ekonomi RI kuartaI II tumbuh hingga 8 persen

Namun, menurut dia, berbagai kebijakan tersebut, terutama percepatan program penyaluran kredit perbankan, belum dapat memicu ekonomi untuk tumbuh karena permintaan dan penawaran saat ini belum pulih dan sifatnya masih terbatas.

Saat ini kelas menengah atas yang menyumbang kontribusi konsumsi non-makanan terbesar masih membatasi diri untuk belanja dan kelas menengah bawah masih menghadapi persoalan daya beli.

Di sisi lain, tambah dia, aktivitas produksi di berbagai sektor industri juga masih terbatas sehingga kebutuhan pembiayaan modal kerja atau investasi belum tumbuh.

Baca juga: Presiden ingin ada "lompatan" agar porsi kredit UMKM tembus 30 persen

"Pemerintah sudah agresif memberikan kredit, tapi supply and demand masih terbatas. Bank juga masih berhati-hati, karena mereka bisa saja menanggung risiko. Saat ini, bank masih menjaga kualitas kredit tetap baik dengan selektif memberikan kredit," kata Piter.

Ia menyakini ekonomi dapat mulai tumbuh optimal apabila pandemi mulai berangsur pulih, karena kondisi itu menjadi momentum yang tepat bagi perbankan untuk menyalurkan kembali pembiayaan kepada masyarakat maupun pelaku usaha.

"Efektivitas kebijakan pemerintah dan otoritas tidak semata dari besaran penyaluran kredit, tapi bagaimana kebijakan itu bisa memberikan ruang dan nafas bagi masyarakat dan dunia usaha untuk bertahan dari pandemi," kata Piter.

Baca juga: Kadin Indonesia perkirakan tahun 2021 ekonomi Indonesia tumbuh positif