Pengamat: Kenaikan BBM Tidak Rugikan Rakyat

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Lebak (ANTARA) - Pengamat Ekonomi Encep Haerudin mengatakan kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak tidak merugikan rakyat karena alokasi anggaran dialihkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.

"Saya kira kenaikan bahan bakar minyak (BBM) itu diperkirakan puluhan triliun dana subsidi dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Encep yang juga dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) La Tansa Mashiro Rangkasbitung, Sabtu.

Menurut dia kenaikan BBM bersubsidi ini dapat menekan subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kenaikan BBM itu, kata Encep, dapat menstabilkan ekonomi nasional.

Alokasi anggaran peningkatan program kesejahteraan masyarakat, seperti sektor pendidikan, kesehatan dan infrastuktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat.

Selain itu juga pemerintah memberikan kartu bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) untuk menerima dana kompensasi subsidi BBM sebesar Rp150.000 rumah tangga miskin selama enam bulan.

"Karena itu, kenaikan BBM ini justru mensejahterakan masyarakat miskin," katanya.

Ia mengatakan pemerintah menggulirkan dana subsidi BBM untuk program pendidikan, diantaranya bantuan siswa miskin (BSM), perbaikan gedung sekolah dan peningkatan kualitas.

Begitu pula program kesehatan dengan menggulirnya program jaminan persalinan (Jampersal), jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Pemerintah juga mengulirkan sektor sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan rumah kumuh, sarana cakupan air bersih.

Selain itu juga perbaikan infrastuktur jalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

"Kami memprediksikan dengan kenaikan BBM ini dapat menekan angka kemiskinan," katanya.

Menyinggung penyaluran BLSM, kata Encep, dipastikan tepat sasaran karena pemerintah sudah melakukan survei terhadap masyarakat miskin dan sangat miskin di Indonesia berjumlah 65,7 juta jiwa.

Survei ini berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) 2011.

Pengambilan BLSM menggunakan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang memiliki barcode sehingga tidak bisa dipindahtangankan. Kartu ini menggantikan kupon yang diberlakukan untuk BLT dulu.

Selain itu juga pemegang KPS yang bisa mendapatkan BLSM tidak bisa dipergunakan oleh orang lain.

Pencairan dana kompensasi BBM ini di seluruh Kantor Pos yang ditunjuk pemerintah.

"Kami menjamin penerima BLSM benar-benar warga miskin dan bisa mengurangi beban ekonomi keluarga mereka," katanya.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...