Pengamat: Kenaikan Harga BBM Bisa Dua Tahap

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

Jakarta (ANTARA) - Pengamat perbankan Paul Sutaryono mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bisa dilakukan secara dua tahap, jika pemerintah ingin meminimalkan dampak sosial terhadap masyarakat.

"Kenaikannya itu bisa dua opsi, secara tindakan langsung satu tahap atau secara dua tahap," kata Paul dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Menurut dia kalau dari sisi ekonomi maka lebih baik satu tahap langsung, sedangkan dari sisi sosial lebih baik harga BBM bersubsidi dinaikkan dua tahap, agar masyarakat bisa mempersiapkan diri.

Paul menilai kenaikan harga BBM bersubsidi sebaiknya maksimal menjadi Rp6.000 dari harga saat ini sebesar Rp4.500. Jika kenaikannya secara dua tahap maka untuk tahap pertama bisa dinaikkan dari Rp4.500 menjadi Rp5.000 terlebih dulu.

"Nanti setelah kenaikan tahap pertama, bisa dinaikkan lagi tiga bulan setelahnya dari Rp5.000 menjadi Rp6.000, sehingga masyarakat benar-benar siap. Kenaikan harga dua tahap ini seperti kenaikan harga tarif dasar listrik," kata Paul.

Paul mengatakan kenaikan harga BBM baik satu tahap maupun dua tahap menjadi Rp6.000 akan menyumbangkan besaran inflasi yang sama besar. Namun dia menyarankan agar kenaikan harga BBM dilakukan pada bulan Mei, agar kontribusinya terhadap inflasi tidak terlalu signifikan.

"Sebaiknya bulan Mei ini saja, sebab kalau Juni itu anak-anak sudah mulai pindah sekolah dan biaya pendidikan lebih mahal. Tapi seandainya pemerintah mau bulan Mei ini dan kenaikannya langsung satu harga saja sebenarnya tidak apa-apa, karena dulu juga pernah harga BBM Rp6.000 dan bisa turun lagi," ujar dia.

Sementara itu pengamat kebijakan publik Andrinof Chaniago mengusulkan kenaikan harga BBM bersubsidi ditetapkan sesuai kemampuan masyarakat yakni di kisaran Rp5.000-Rp5.500. Dengan tingkat kenaikan tersebut tingkat inflasi menurut dia, juga tidak terlampau tinggi.

"Kenaikannya sebaiknya yang sesuai kemampuan masyarakat, misalnya naik 10-15 persen menjadi Rp5.000 atau Rp5.500. Kalau kenaikannya sebesar 30-35 persen tingkat inflasi akan lebih besar," kata Andrinof.

Pemerintah dalam APBN 2013 memberikan pagu belanja subsidi energi sebesar Rp274,7 triliun dengan perincian subsidi listrik Rp80,9 triliun dan subsidi BBM Rp193,8 triliun dengan volume sebesar 46 juta kilo liter.

Kuota volume BBM bersubsidi diprediksi dapat mencapai 53 juta kilo liter dan mengganggu fiskal, apabila tidak ada kebijakan yang memadai untuk mengendalikan konsumsi BBM, yang jumlahnya semakin meningkat setiap tahun.

Sempat bergulir sejumlah opsi pengendalian BBM dari pemerintah antara lain membatasi konsumsi BBM bersubsidi bagi mobil pribadi, kenaikan harga BBM bersubsidi sekaligus penyediaan BBM jenis baru seharga Rp7.000 per liter, kenaikan BBM Rp6.500-Rp7.000 per liter hanya bagi mobil pribadi, dan kenaikan BBM secara merata dengan kisaran harga di bawah Rp6.500 per liter.

Pemerintah sempat mengisyaratkan kecenderungannya mengambil kebijakan kenaikan BBM dengan harga di bawah Rp6.500 per liter bagi seluruh kendaraan, termasuk memberikan kompensasi bagi masyarakat miskin melalui pengajuan APBN-P 2013.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...