Pengamat: Korupsi di Indonesia Bisa Diberantas

Yogyakarta (ANTARA) - Korupsi di Indonesia bisa diberantas karena masih banyak pihak yang berani bersuara lantang untuk memerangi korupsi, kata pengamat politik dari Korea University, Korea Selatan, Prof Jin-Wook Choi.

"Meskipun indeks peringkat korupsi Indonesia memprihatinkan, saya optimistis korupsi di Indonesia bisa diberantas," katanya dalam pidato Milad Ke-32 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk memberantas korupsi di Indonesia. Pertama, mengubah pola pikir masyarakat bahwa korupsi adalah penyakit yang harus dihilangkan.

"Hal itu bisa dilakukan melalui pendidikan tentang politik dan sosial budaya kepada masyarakat, sehingga menumbuhkan pola pikir dan budaya antikorupsi di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Kedua, lembaga penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mahkamah Agung (MA) harus adil dan tegas kepada para pelaku korupsi atau koruptor dalam upaya pemberantasan korupsi.

Ia mengatakan, korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini sama seperti yang dialami Korea Selatan (Korsel) sekitar 33 tahun yang lalu.

Di Indonesia, kata dia, korupsi masih menjadi persoalan besar, dan hal itu sama dengan Korsel pada dekade 1980-an.

"Korupsi akan berpengaruh buruk terhadap banyak hal seperti perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, maka Indonesia harus mampu menangani kasus korupsi seperti yang dilakukan negara kami," katanya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.