Pengamat: Masih Banyak Kendala Hambat Pertumbuhan Industri

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • 6 Ide Bisnis Sederhana Dimulai dari Smartphone Anda

    6 Ide Bisnis Sederhana Dimulai dari Smartphone Anda

    Studentpreneur
    6 Ide Bisnis Sederhana Dimulai dari Smartphone Anda

    Memulai usaha dari sebuah ide bisnis sederhana sangat cocok untuk dilakukan oleh kita yang belum pernah memulai bisnis sebelumnya. Tidak perlu berpikir terlalu rumit untuk mendapatkan pengalaman bisnis yang berharga. Bahkan hanya dengan mempunyai smartphone, Anda bisa memulai bisnis Anda sekarang juga. Beberapa di antaranya bahkan tanpa modal. Apa sajakah? …

Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan hingga saat ini masih banyak kendala internal dan eksternal yang menghambat pertumbuhan industri di dalam negeri.

"Ada dua hambatan, hambatan internal yang melekat pada industri itu sendiri dan hambatan eksternal seperti kebijakan dan lingkungan usaha baik di dalam dan luar negeri yang bisa menghambat pertumbuhan industri di tanah air," kata Faisal di Jakarta, Selasa.

Faisal mengatakan, faktor pertama adalah kendala di sektor internal seperti struktur industri sangat rapuh, yang digambarkan dengan lemahnya keterkaitan antara industri hulu dan hilir, dan juga antara industri kecil, menengah, dan besar.

"Selain itu, industri dasar dan industri berteknologi tinggi juga belum berkembang," kata Faisal.

Faisal menjelaskan, untuk industri dasar, ketergantungan dengan impor bahan baku masih sangat tinggi karena industri dasar pemasok bahan baku, bahan penolong, bahan setengah jadi dan komponen belum berkembang.

"Sementara untuk industri berteknologi tinggi masih belum berkembang, dan jumlahnya masih sangat sedikit," kata Faisal.

Faisal menambahkan, kapasitas produksi yang masih belum maksimal dan juga ketergantungan pesanan negara di tujuan ekspor juga menjadi faktor penghambat internal untuk pertumbuhan industri di Indoensia.

"Untuk faktor eksternal, ketersediaan dan kualitas infrastruktur baik fisik dan non-fisik masih kurang memadai, dan juga aturan ketenagakerjaan masih kurang mendukung perkembangan industri," ujar Faisal.

Bukan hanya itu, lanjut Faisal, permasalahan ketidakpastian hukum dan juga penyaluran kredit ke sektor industri yang sulit juga menjadi penghambat.

"Yang terakhir adalah kurangnya perlindungan di pasar domestik dan hambatan perdagangan di pasar ekspor," kata Faisal.

Kementerian Perindustrian menyampaikan pertumbuhan industri nonmigas pada 2013 diperkirakan mampu mencapai sedikitnya 6,8 persen, dengan terus membaiknya kinerja sektor industri tersebut dalam tiga tahun terakhir ini dan meningkat pesatnya investasi di sektor tersebut.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...