Pengamat nilai pemulihan ekonomi sudah berada dalam jalur yang tepat

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendi Manilet menilai upaya penanganan pemulihan ekonomi oleh pemerintah sudah berada di jalur yang tepat mengingat tren pertumbuhan mulai terlihat.

"Kalau kita melihat dari historis, setidaknya perbandingan di tahun lalu memang kita harus akui bahwa pertumbuhan ekonomi bergerak ke arah yang lebih baik. Jika ukuran on the track-nya itu pemulihan ekonomi, progresnya sesuai apa yang diharapkan oleh pemerintah dan juga kita sebagai masyarakat," katanya di Jakarta, Rabu.

Yusuf mengatakan berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi antara lain penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat dan membaiknya penanganan COVID-19 yang konsisten dilakukan pemerintah.

"Kita tidak boleh lepaskan fakta bantuan pemerintah yang disalurkan mulai dari tahun lalu sampai dengan tahun ini menjadi salah satu faktor yang ikut berdampak terhadap proses pemulihan ekonomi. Faktor lain ialah relatif masih membaiknya penanganan pandemi setidaknya dilihat dari kasus aktif COVID-19," ujarnya.

Ia memastikan tren positif ini akan berlanjut pada triwulan berikutnya terutama karena adanya momen Ramadhan dan Lebaran yang bisa menjadi faktor pendorong konsumsi rumah tangga serta pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

"Kita juga lihat beragam bantuan pemerintah yang sudah jauh lebih proporsional, apalagi dibandingkan dengan tahun lalu, ketika itu pemerintah masih meraba-raba bantuan apa yang harus diberikan. Indeks PMI juga menunjukkan bahwa adanya permintaan atau ekspektasi yang lebih positif terhadap perekonomian kita," ujarnya.

Namun, meski bisa berada di zona positif, Yusuf memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2021 hanya berada pada kisaran 4 persen dan belum bisa menyentuh level 7 persen sesuai dengan proyeksi pemerintah.

Sebelumnya, BPS mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan I-2021 masih tumbuh negatif atau mengalami kontraksi sebesar 0,74 persen (yoy), meski sejumlah tanda-tanda pemulihan ekonomi mulai terlihat.

Tanda-tanda pemulihan ekonomi itu terlihat dari membaiknya Indeks Penjualan Ritel, Indeks Keyakinan Konsumen maupun PMI Manufaktur selama Januari-Maret 2021.

Kemudian, sinyal positif pemulihan ekonomi Indonesia juga terlihat dari peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor, konsumsi listrik serta produksi semen domestik.

Baca juga: Ekonom ungkap kunci wujudkan ekonomi triwulan II tumbuh positif
Baca juga: BPS: Kinerja ekspor dan konsumsi pemerintah positif triwulan I-2021
Baca juga: Kemenkeu sebut pertumbuhan triwulan I indikasikan pemulihan yang solid