Pengamat Pasar Modal: Strategi VIVA Lunasi Utang Langkah Cerdas

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menghasilkan kesepakatan penjualan 39 persen saham di PT Intermedia Capital Tbk (MDIA). Dengan transaksi penjualan saham senilai Rp2,43 triliun atau setara dengan 15,29 miliar saham itu, maka VIVA akan menjadi perseroan yang bebas utang atau debt free company.

Saham itu dilepas kepada Reliance Capital International Limited (RCIL) sebagai pihak yang disetujui kreditur.

Pengamat pasar modal, Lucky Bayu Purnomo menilai langkah VIVA menjual saham MDIA itu merupakan langkah yang cerdas dan inovatif. Apalagi kebijakan dalam skema pelunasan seluruh utang grup VIVA itu dilakukan di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Aksi korporasi ini disebut tidak akan memberikan efek dilusi terhadap kepemilikan pemegang saham lainnya di MDIA. Selain itu, juga tidak menyebabkan perubahan pengendalian terhadap MDIA dan entitas anaknya.

"Harga jual beli saham MDIA dilakukan di atas nilai buku. Utang dapat di-manage dengan baik dan kendali atas MDIA tetap berada di tangan VIVA," kata Lucky di kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 15 Maret 2021.

Baca juga: Sri Mulyani Mau Ubah Skema PPnBM Mobil Listrik, Ini Bocorannya

Lucky menambahkan, penyelesaian utang secara komprehensif ini diharapkan akan memberikan manfaat yang signifikan kepada grup VIVA. Manfaat-manfaat tersebut antara lain seperti mengurangi kewajiban utang perseroan dan entitas anak dalam denominasi dolar AS sehingga menghilangkan risiko fluktuasi penurunan nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS dan biaya hedging.

Selain itu, langkah ini juga akan memperbaiki posisi keuangan perseroan dengan meningkatnya ekuitas, karena jual-beli saham dilaksanakan dengan harga Rp158 per saham atau lebih tinggi dari nilai buku.

Tak hanya itu, Lucky melanjutkan, neraca keuangan yang lebih sehat dan arus kas yang kuat akan memberikan keleluasaan kepada perseroan untuk mengembangkan bisnis di ranah media digital.

"Tentunya dengan memanfaatkan footprint dan inventory yang dimiliki ANTV dan tvOne," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Presiden Direktur VIVA, Anindya Novyan Bakrie. Ia memastikan, dengan level utang di PT Cakrawala Andalas Televisi atau ANTV yang sangat sustainable, grup VIVA akan menjadi semakin lincah bergerak mengembangkan bisnis media digital via entitas anak perusahaan dan portofolio bisnis digital lainnya.

"Proses transformasi digital seluruh bisnis inti VIVA sudah kami mulai dan inisiatif diversifikasi konten-konten VIVA dan memperluas jangkauannya melalui berbagai platform digital untuk memanjakan konsumen milenial yang akan diluncurkan dalam waktu dekat," ujarnya.