Pengamat: Pembangunan IKN tumbuhkan sektor properti di kota sekitar

Pengamat Properti Panangian Simanungkalit mengatakan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur dapat menumbuhkan sektor properti di wilayah sekitar, seperti Samarinda dan Balikpapan.

"Properti di wilayah yang sudah mapan infrastrukturnya seperti Samarinda akan lebih menarik minat investor dan pekerja yang punya kepentingan di IKN. Membangun sebuah kota baru butuh waktu panjang, sehingga orang akan lebih memilih tinggal di kota yang sudah jadi," kata Panangian dalam pernyataan di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, pembangunan proyek properti baru merupakan langkah yang tepat, karena penambahan populasi dan banyak kepentingan lainnya yang akan mengikuti pembangunan IKN, membutuhkan kawasan hunian dengan konsep dan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

"Pembangunan IKN akan menjadi booster untuk kawasan properti yang sudah dikembangkan di Samarinda dan Balikpapan. Kota-kota ini saya rasa akan jauh lebih maju dibandingkan IKN itu sendiri," katanya.

Sebelum adanya IKN, Balikpapan dan Samarinda telah menjadi magnet bagi banyak perusahaan properti seperti Agung Podomoro Group yang mempercepat Proyek Bukit Mediterania Samarinda dan The Premiere Hills.

Baca juga: Konsultan sarankan sektor properti ritel segera dibangun di IKN

"Samarinda itu seperti Singapura yang merupakan kota jasa dimana banyak perantau yang tinggal di sana. Justru nanti Samarinda bisa lebih hebat daripada IKN," kata Panangian.

Dalam kesempatan terpisah GM Marketing The Premiere Hills Yoga Gunawan mengatakan selama masa pandemi Agung Podomoro terus mempercepat pembangunan properti, termasuk di Samarinda yang letaknya strategis di Kalimantan Timur.

"Tingginya pemintaan masyarakat mendorong kami untuk memulai proyek baru yaitu The Premiere Hills. Produk ini merupakan karya Agung Podomoro yang kami rekomendasikan sebagai kawasan hunian dan investasi properti terbaik di Samarinda," katanya.

The Premiere Hills merupakan kawasan residensial yang menawarkan hunian yang terletak di puncak tertinggi Samarinda yakni 135 meter di atas permukaan laut dan berada di pusat kota yang dekat dengan pusat pemerintahan, kawasan perbelanjaan, maupun fasilitas umum lainnya.

"Kami menyiapkan hunian premium bernuansa resor dengan ruang terbuka hijau yang luas sehingga penghuni dapat menyatu selaras dengan alam. Sekitar 73 persen kawasan ini adalah area terbuka hijau dengan tropical forest untuk mendukung kualitas hidup yang lebih sehat," katanya.

Baca juga: Kemen PUPR: Konsep smart city untuk semua kawasan perumahan
Baca juga: Kementerian PUPR siap bangun 22 menara rusun pekerja di IKN