Pengamat pendidikan: Calistung harus berdasarkan kesiapan anak

Pengamat pendidikan Ina Liem mengatakan, mengajarkan membaca, menulis dan berhitung harus berdasarkan kesiapan anak untuk mencapai tingkat itu dan bukan menjadi syarat mutlak masuk ke jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Kalau ada anak yang sudah siap kesana harus dikasih, tapi kalau ada yang belum siap ya tidak apa-apa. Bukan berarti anak yang lebih lambat itu nantinya jadi anak bodoh, sangat tidak,” kata Ina saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Namun ia menyayangkan masih sedikit tenaga pengajar PAUD yang bergelar sarjana. Menurutnya hal ini karena masih sedikit pendidikan keguruan ditingkat itu, sehingga menjadi PR yang sangat besar untuk mengubah pola pikir pendidikan anak usia dini.

Lebih lanjut dia mengatakan, guru Pendidikan Anak Usia Dini (PADU) punya tugas penting mengobservasi untuk mengetahui karakter anak sehingga bisa memberikan kegiatan yang pas dengan profil anak.

“Itu yang paling penting dilakukan guru PAUD. Karena dari situ profil kepribadian anak akan ketahuan sehingga memudahkan guru atau orang tua memberikan kegiatan yang pas dengan profil anaknya,” ucap Ina.

Ina menjelaskan, observasi penting dilakukan sejak usia dini dengan tujuan agar anak bisa mengenal siapa dirinya dan hal itu berproses sampai dewasa berdasarkan tahapan perkembangan usianya. Salah satunya yang bisa diajarkan pada anak adalah sifat toleran sedari kecil.

Selain itu, perkembangan karakter anak juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Jika mendapat lingkungan sosial yang baik, anak dapat tumbuh menjadi produktif dan penuh percaya diri. Namun ia mengatakan perkembangan setiap anak tidak bisa disamaratakan. “Jadi harus sesuai usia perkembangan anak, ada range nya jadi tiap anak tidak bisa diidentifikasi persis,” ucapnya.

“Jadi mindset kita harus berubah bahwa pendidikan di usia itu sebetulnya penting banget tapi yang paling penting karakter seperti apa yang mau diajarkan, bukan hasil calistung,” jelas Ina.

Baca juga: Kurikulum merdeka lebih mudah diimplementasikan pada PAUD
Baca juga: Dokter tak sarankan anak dengan autisme langsung dimasukkan PAUD