Pengamat: Peran Intelejen Kepolisian Harus Dimaksimalkan

Padang (Antara) - Pengamat Kepolisian Sumatera Barat Nanda Oetama berpendapat adanya aksi teror dan penembakan terhadap personil kepolisian di sejumlah daerah, mesti disikapi dengan peran intelejen secara maksimal.

"Kasus penembakan terhadap personil kepolisian di sejumlah tempat masih berulang, menunjukan lemahnya peran intelejen," kata Nanda Oetama, anggota Indonesian Police Watch Sumbar, ketika dikonfirmasi di Padang, Senin.

Pandangan ini disampaikan menyikapi kasus penembakan terhadap personil kepolisian oleh oknum tak dikenal yang terjadi baru-baru ini.

Menurut mantan Rektor Universitas Taman Siswa Padang itu, sudah seharusnya pihak intelejen dilingkungan institusi kepolisian sudah lebih tahu duluan setiap kasus kerusuhan, teror maupun penembakan terhadap personil.

Fakta yang terjadi baru-baru ini, mesti dijadikan pembelajaran dan ditingkatkan peran intelejen untuk melakukan deteksi dini terhadap kasus yang menimbulkan teror, apalagi penembakan terhadap personil.

Selain itu, institusi kepolisian secara kelembagaan maupun personelnya harus meningkatkan kewaspadaan, baik teror secara psikologis maupun fisik.

Terkait, kasus yang mengarah "pelawanan" terhadap aparat penegak hukum bisa disebabkan berbagai faktor, di antaranya boleh jadi karena dendam dari kelompok tertentu.

Nanda menilai, bisa juga karena faktor kurang puas terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan aparat penegakan hukum tersebut.

Justru itu, kondisi yang terjadi selain untuk meningkatkan kewaspadaan, penting dijadikan bahan koreksian dan evaluasi bagi institusi kepolisian terhadap tugas dijalankan dan pelayanan kepada masyaraqkat.

"Kita berharap kasus teror maupun penyerangan terhadap aparat penegak hukum tak terulang. Secara hukum ketatanegaraan hal ini tak dibenarkan terjadi," ujar praktisi hukum tata negara itu.

Menurut dia, jika aparat keamanan saja dilawan kelompok tertentu, lalu bagaimana dengan masyarakat umum yang tanpa ada senja. "Makanya pihak kepolisian harus mengungkap pelaku yang menembak personil kepolisian tersebut, sehingga jelas motiv dibalik insiden tersebut," katanya. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.