Pengamat: Pernyataan keras Megawati bagi kader PDIP hal yang wajar

Pengamat politik, Jerry Massie, berpendapat pernyataan keras Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, bagi kader PDI Perjuangan yang bermanuver politik adalah hal yang wajar.

"Wajar saja, Mega yang membuat parpol ini besar sampai mengoleksi 128 anggota DPR dan 215 kepala daerah di Indonesia," kata dia, saat dikonfirmasi, di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, seluruh kader PDI Perjuangan harus menghargai perjuangan Megawati membesarkan partai berlambang banteng moncong putih itu.

Baca juga: Ganjar merasa diingatkan pidato Megawati soal manuver politik

Ia mengatakan, pernyataan keras Megawati mengandung arti yang mendalam. "Jadi kalau ada yang tersinggung bukan bagian PDI Perjuangan. Saya pahami partai ini didirikan Megawati adalah bagian parpol reformasi dan pro demokrasi. Jadi antara Mega dan pasukannya harus linear satu garis partai," kata dia.

Ia menegaskan, sebagai petugas partai politik maka kader PDI Perjuangan harus tunduk pada aturan partai. "Jadi pesan Mega agak keras, narasinya kalau ada yang coba-coba bermain politik dua kaki dan membangkang bahkan menolak Puan sebagai capres segera angkat kaki," katanya.

Baca juga: Hasto: Megawati ingatkan kader PDIP harus disiplin dalam berpolitik

Ia menduga ada kader PDI Perjuangan yang masuk kelompok pro Ganjar yang menginginkan Ganjar menjadi capres dari PDI Perjuangan. Namun, Megawati menginginkan agar Puan Maharani yang diusung sebagai calon presiden. "Kali ini saya pikir Mega akan mengusung Puan," kata Massie.

Sebelumnya, Megawati mengatakan, adanya beberapa kader PDI Perjuangan yang mulai mencoba bermanuver mendekat ke partai lain.

Baca juga: Megawati: Siapa yang berbuat manuver, silakan keluar

Ia juga mempersilakan jika kader-kader PDI Perjuangan mau ikut partai lain, tetapi dia meminta agar kader tersebut keluar dari PDI Perjuangan.

"Kalian itu maunya apa? Mau jadi apa? Jawab ya, saya akan minta pertanggungjawaban kalian. Saya akan minta satu per satu sebelum kita tempur di 2024. Fair loch. Jadi bisa mikir. Kalau mau ikut partai lain, silakan. Ini demokrasi kok. Tapi jangan menjadi beban dalam partai kita, organisasi kita," katanya.

Baca juga: Hasto: PDI Perjuangan tak mau sibuk manuver capres demi elektabilitas