Pengamat: Pertanian Indonesia harus terintegrasi industri hilir

·Bacaan 2 menit

Direktur Celios, Bhima Yudhistira menyebut bahwa pertanian Indonesia harus bisa terintegrasi dengan industri hilir bila ingin mendapatkan keuntungan lebih dalam kondisi permintaan pangan yang meningkat di masa pandemi COVID-19.

"Satu sisi peluangnya adalah sektor pertanian akan jadi sektor paling diuntungkan kalau terintegrasi industri hilir," kata Bhima dalam webinar bertajuk "Masihkah Pandemi Akan Mengganggu Pertumbuhan Ekonomi 2022" yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Dia menerangkan bahwa harga berbagai komoditas pangan maupun energi melonjak semasa pandemi dikarenakan pada tahun pertama pandemi yaitu 2020 produksi dan pasokan berbagai komoditas sangat rendah.

Namun apabila sektor pertanian tidak terintegrasi dengan industri hilir, kata Bhima, petani tidak akan mendapatkan keuntungan atau bahkan merugi karena terdampak kenaikan harga pupuk yang diakibatkan kenaikan harga gas atau batu bara sebagai sumber bahan bakar untuk produksi.

"Problemnya kalau dia hanya pertanian di hulu, akan kena harga pupuk lebih mahal, harga bibt lebih mahal. Maka dia tidak menikmati kenaikan harga seperti yang dirasakan oleh para pedagang. Tapi kalau terintegrasi sampai ke hilir, tentunya kenaikan ini akan mengindikasikan bahwa secara global terjadi permintaan pangan yang semakin meningkat," katanya.

Bhima menjelaskan bahwa inflasi komoditas pangan menjadi tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2022 dan perlu diintervensi pemerintah untuk menekannya. Tingginya harga komoditas pangan seperti cabai, minyak goreng, dan telur berdampak pada UMKM makanan dan minuman hingga masyarakat secara umum.

Kendati demikian, Bhima juga menerangkan peluang di sektor usaha makanan dan minuman di mana layanan pesan antar mengalami peningkatan selama pandemi. "Untuk industri makanan dan minuman memang potensinya bagus. Untuk pesan antar makanan dan minuman tahun 2021 tumbuhnya lebih dari 24 persen. Jadi restoran yang sudah gabung dengan Gojek, Grab, ShopeeFood mengalami kenaikan permintaan," katanya.

Baca juga: Pengamat: Inflasi energi dan pangan jadi tantangan di 2022
Baca juga: Pengamat nilai pandemi masih ganggu pertumbuhan ekonomi 2022
Baca juga: Direktur Celios: Pemda perlu tingkatkan daya serap anggaran

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel