Pengamat: Putusan MK Beri Rasa Keadilan

Padang (ANTARA) - Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrizal menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang keharusan verifikasi bagi seluruh partai politik yang akan ikut Pemilu 2014 memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.

Meskipun ada yang menyatakan putusan tentang keharusan verifikasi bagi semua partai politik merupakan hal mubazir, namun pada bagian lain hal itu merupakan upaya untuk menerapkan prinsip keadilan dalam pemilu, kata dia di Padang, Rabu.

Menurut dia, salah satu prinsip utama yang harus dijunjung tinggi dalam pelaksanaan pemilu adalah keputusan yang adil terhadap semua kontestan.

Karena itu, kata dia, semua partai politik harus mengikuti prosedur yang sama yaitu melewati proses verifikasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum, kata dia.

Terkait kesiapan partai besar mengikuti verifikasi, dia mengatakan, putusan MK tentang keharusan verifikasi merupakan ajang untuk membuktikan tingkat soliditas mereka.

Jangan hanya merasa bangga karena telah menjadi partai besar dan hal ini merupakan ajang untuk berbenah hingga ke tingkat bawah, kata dia.

Menurut dia, selama ini banyak partai yang tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya seperti melakukan pendidikan politik, kaderisasi dan regenerasi.

Sementara terkait putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan pemberlakuan ambang batas parlemen sebesar 3,5 persen yang berlaku secara nasional, dia menilai hal itu dapat mengakomodasi suara partai kecil.

Pada satu sisi, kata dia, memang dibutuhkan penyederhanaan partai politik untuk menciptakan sistem politik yang baik, namun di sisi lain Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman yang tinggi dan perlu diakomodasi


Menurut dia, saat ini perlu realistis atas keragaman yang dimiliki dan luasnya wilayah Tanah Air.

Jika ambang batas parlemen sebesar 3,5 persen diberlakukan dari tingkat pusat hingga ke daerah maka akan mengabaikan aspirasi yang berkembang di daerah, kata dia.

Dikatakannya, tidak dapat memungkiri ada partai politik yang secara nasional tidak berpengaruh namun memiliki pendukung yang banyak di daerah.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.