Pengamat: Rencana Kenaikan Gaji Tidak Memadai

Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi Lembaga Pembangunan Ekonomi dan Keuangan (Indef) Enny Sri Hartati menilai rencana kenaikan gaji PNS serta polisi dan tentara tidak memadai jika dibandingkan dengan anggaran belanja pegawai dalam RAPBN 2013.

"Kenaikan gaji PNS ini wajar karena mengikuti laju inflasi untuk menaikkan daya beli yang menurun. Tetapi jumlahnya tidak signifikan (memadai,red) dengan total biaya yang dianggarkan pada RAPBN 2013," kata Enny saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Pemerintah berencana akan menaikkan gaji PNS sebesar tujuh persen atau lebih rendah dari kenaikan tahun lalu sebesar 10 persen.

Menurut Enny, kenaikan tersebut masih terlalu rendah dari alokasi RAPBN 2013 untuk belanja pegawai yang diperkirakan 20 persen hingga 25 persen atau hampir satu per empat dari total anggaran.

"Kenaikan sebesar tujuh persen itu sama saja tidak naik jika mengikuti laju inflasi yang mana harga barang-barang juga naik," katanya.

Selain itu, dia menilai adanya ketidakseimbangan kenaikan gaji antara pejabat eselon I dengan bawahannya .

"Eselon I dan eselon II umumnya meningkat drastis, namun untuk eselon III ke bawah tidak terlalu signifikan, kecuali untuk Kementerian Keuangan saya lihat peningkatannya merata." katanya.

Kinerja pegawai


Enny mengatakan kenaikan gaji PNS juga tidak diikuti dengan peningkatan kinerja pegawainya.

Dia menjelaskan terdapat sektor-sektor yang distribusi pegawainya tidak seimbang artinya ada yang kelebihan dan kekurangan pegawai.

"Sektor pendidikan dan kesehatan yang umumnya kuotanya selalu penuh, sementara untuk sektor pelayanan cenderung kekurangan pegawai," katanya.

Enny menilai ketidakseimbangan tersebut menyebabkan kinerja yang tidak sesuai dan pola pikir masyarakat harus diubah tentang kinerja PNS.

"Sebagian besar orang menilai PNS itu kerjanya santai, karena itu mereka banyak yang tertarik untuk menjadi PNS," katanya.

Dia berharap adanya keselarasan atau sinkronisasi dan efisiensi birokrasi dalam sistem kerja PNS untuk menyesuaikan anggaran belanja pegawai yang tinggi.

"Anggaran belanja pegawai kita sudah `overweight` (berlebihan,red)sehingga harus ada kesusaian dengan kinerjanya," katanya.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.