Pengamat: Safari Politik Airlangga Demi Membaca Peluang Koalisi di 2024

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Komunikasi Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto berpeluang menjadi calon presiden (capres) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Airlangga ini punya modal besar untuk mengikuti kontestasi Pemilu 2024," ujar Hendri dalam keterangannya, Senin (4/10/2021).

Karenanya, menurut Hendri, safari politik yang dilakukan Airlangga Hartarto belakangan untuk mencari peluang koalisi di 2024. Menurut Hendri, hal tersebut lumrah dilakukan oleh para elite politik.

"Safari politik bagus demi kepentingan politik. Ini sekaligus demi membaca peluang koalisi dengan partai politik lain," kata dia.

Seperti diketahui, Airlangga yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu rajin menggelar safari politik belakangan ini. Beberapa ketua umum partai politik, termasuk tokoh potensial dia sambangi.

Beberapa nama yang disambangi Airlangga yakni Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dampak safari politik, beberapa analis mulai memetakan potensi koalisi pada 2024, termasuk potensi calon pendamping Airlangga. Dari beberapa nama yang muncul, duet Airlangga-Muhaimin dan Airlangga-Ganjar belakangan kerap diperbincangkan.

"Safari politik Airlangga itu saya menangkapkan dia mencoba mendekatkan dirinya dengan berbagai kalangan," kata Hendri.

Duet Airlangga-Muhaimin Dinilai Ideal

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) bersalaman dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat silaturahmi ke DPP PKB di Jakarta, Rabu (4/7). Pertemuan membahas koalisi partai pendukung Jokowi di Pilpres 2019. (Liputan6.com/HermanZakharia)
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) bersalaman dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat silaturahmi ke DPP PKB di Jakarta, Rabu (4/7). Pertemuan membahas koalisi partai pendukung Jokowi di Pilpres 2019. (Liputan6.com/HermanZakharia)

Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menyatakan, dari sisi ketokohan Airlangga bisa masuk dalam kelompok mana pun, termasuk kelompok religius.

"Dari sisi gestur, Airlangga tidak terlihat canggung berada di lingkungan santri. Ini penanda kuat jika Airlangga punya kans untuk mendapatkan ceruk pemilih kelompok pesantren," ujar Dedi.

Dedi juga menilai kolaborasi antara calon presiden potensial untuk 2024 memang mengarah pada komposisi nasionalis-religius. Duet nasionalis-religius menurut Dedi, layaknya Jokowi-Ma'ruf Amin yang memenangkan kontestasi 2019.

Karenanya, menurut Dedi, duet Airlangga-Muhaimin bisa menjadi pasangan ideal yang menggabungkan nasionalis dan religius.

"Airlangga-Muhaimin bisa saja menjadi pasangan akomodatif, PKB sendiri (masih) berpeluang, mengingat ia partai politik berbasis pemilih Islam terbesar, sementara Golkar tentu tidak perlu diragukan lagi komposisi maupun ketokohan kadernya," kata Dedi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel