Pengamat sarankan perkuat pendidikan agama untuk cegah radikalisme

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan ajaran radikalisme saat ini masih banyak berkembang di dunia pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan sehingga orang tua harus memperkuat pendidikan agama pada anak sebelum pendidikan umum.

“Maka sangat penting dasar bagi anak-anak kita yang baru berangkat dewasa memperkuat pengetahuan di bidang keagamaan,” ucapnya saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Fickar juga mengatakan nilai keagamaan harus ditanamkan sejak dini melalui ajaran orang tua di rumah. Pendidikan agama penting ditanamkan agar menjadi dasar memahami ketuhanan dan menghargai orang lain.

“Sejak di dalam keluarga menjadi penting pendidikan agama karena itu juga dasarnya Pancasila mengajarkan beragama dengan benar. Maka saya kira juga akan menjalankan nilai Pancasila dengan benar,” ucapnya.

Baca juga: Psikolog: Lindungi anak dari radikalisme upaya selamatkan bangsa

Ia mengatakan gerakan terorisme ini sangat sulit diukur karena kebanyakan merupakan gerakan bawah tanah. Maka itu masyarakat harus waspada ketika sudah ada anggota keluarga yang terlanjur terpapar.

Salah satunya untuk menetralisir pikiran radikalnya yaitu dengan metode dialog.

“Maka saya kira pola dialog menjadi penting untik menggali dan menetralisir keyakianannya yang radikal. Jika menemukan anggota keluarga radikal, maka lebih banyak diajak berdialog dan membawa pikiran-pikirannya kepada pikiran yang tidak radikal. Bahwa tujuan yang paling mendalam kita beragama adalah menjadi selamat dunia akhirat,” ucapnya.

Baca juga: Akademisi bagikan tips belajar agama di era digital cegah radikalisme

Meningkatkan keimanan, menurut Fikcar juga perlu dalam menanamkan nilai keagamaan didalam keluarga, khususnya bagi anak-anak. Tentunya dengan tingkat religius setiap keluarga yang bisa disesuaikan.

“Tidak semua keluarga tingkat religiusnya sama, pasti berbeda. Tapi yang ditanamkan di dalam keluarga sebelum pendidkan umum, pendidikan agama itu lebih dulu. Umpamanya kalau yang beragama Islam, setiap malam Jumat anak-anak mengaji, sebenernya sudah menanamkan nilai-nilai dasar selain percaya pada Tuhan mengharagai hak orang lain,” jelasnya.

Baca juga: Kak Seto: Perlu desain perlindungan anak dari intoleransi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel