Pengamat: SBY Harus Taktis Sikapi Dukungan

Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya mengingatkan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar bersikap taktis menyikapi menguatnya dukungan yang menginginkan dirinya menjadi ketua umum Partai Demokrat.

"Jika Pak SBY menyatakan kesediaannya, maka bisa dipastikan akan terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum," kata Yunarto Wijaya ketika dihubungi melalui telepon selulernya di Jakarta, Jumat.

Yunarto Wijaya mengatakan hal itu ketika dimintai tanggapannya soal menguatnya dukungan agar Susilo Bambang Yudhoyono menjadi ketua umum Partai Demokrat melalui forum kongres luar biasa (KLB) di Bali pada 30-31 Maret 2013.

Menurut Yunarto, Presiden Yudhoyono belum memberikan jawaban atas aspirasi kader Partai Demokrat, karena masih mempertimbangkan berbagai konsekuensinya yang sangat dilematis.

Ia menjelaskan, di satu sisi, Partai Demokrat yang saat ini dalam kondisi krisis perlu diselamatkan, sehingga perlu figur pemersatu untuk menyelamatkannya.

"Figur tersebut adalah Pak SBY," ucapnya.

Namun di sisi lain, kata dia, jika SBY menerima jabatan ketua umum Partai Demokrat, maka beberapa konsekuensinya antara lain, kinerjanya sebagai presiden akan menurun, karena konsentrasinya menjadi terbelah.

Sebagai ketua umum partai politik, menurut dia, maka SBY akan berhadapan dengan elit dari partai politik lain dan tidak bisa terhindarkan untuk saling menyerang.

"Apalagi menjelang Pemilu 2014," tukasnya.

Direktur Eksekutif Charta Politika tersebut mencontohkan, serangan yang mungkin diterima SBY jika menjadi ketua umum Partai Demokrat, adalah soal menurunnya kinerja pemerintah, menerapkan politik dinasti, serta peran presiden dan peran ketua umum dalam mengatasi kasus korupsi.

Guna menyikapi dilema yang akan dihadapi SBY, Yunarto menyarankan, agar forum KLB merevisi AD/ART dengan menambahkan struktur baru di DPP Partai Demokrat yakni adanya ketua harian.

"Sehingga, meskpun Pak SBY menjadi ketua umum hanya sebagai simbol, sedangkan kegiatan operasional partai dijalankan oleh ketua harian," ujarnya.

Menurut Yunarto, jika Yudhoyono terpilih sebagai ketua umum, ia akan menjadi formatur tunggal yang memiliki hak untuk menunjuk siapa yang akan menjadi ketua harian.

"Figur tersebut harus orang yang memiliki kapasitas kepemimpinan, netral, dan bisa bekerja sama dengan Pak Yudhoyono," tuturnya.

Yunarto juga mengingatkan, agar Yudhoyono memilih ketua harian dan sekretaris jenderal yang memiliki kapasitas kepemimpinan, netral, serta memiliki waktu penuh untuk fokus mengurusi partai.

Dengan didukung oleh ketua harian dan sekjen yang kapabel dan fokus mengurusi partai, ia optimistis, faksi-faksi di internal Partai Demokrat bisa diminimalisir, serta elektabilitas partai yang menurun bisa dipulihkan secara bertahap. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.