Pengamat Sebut 3 Menteri Jokowi Ini Dinilai Cocok Diganti, Siapa Saja?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo diisukan akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Pergantian menteri tersebut dilakukan di tengah rencana pengubahan nomenklatur negara dengan menambah dan melebur dua kementerian besar.

Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo mengatakan, setidaknya ada tiga menteri Presiden Jokowi yang layak menjalani reshuffle. Pertama, adalah Kepala Staf Presiden yaitu Moeldoko yang dinilai banyak membuat gaduh belakangan ini.

"Perlu dievalusi kepala KSP, Moeldoko karena membuat gaduh publik. Ramai dengan proses terkait KLB dan partai demokrat sehingga sekarang partai Demokrat ada dua kubu. Kubu AHY dan Moeldoko. Nama Jokowi cukup dibawa-bawa," ujarnya, Jakarta, Jumat (16/4).

Kondisi ini, kata Ari, bukan tidak mungkin membuat posisi Moeldoko bisa dievaluasi oleh Presiden Jokowi. "Ketika Presiden merasa tidak nyaman degan manuver diluar posisi beliau, posisi Moeldoko bisa jadi diganti atau dirotasi," jelasnya.

Kemudian, menteri selanjutnya adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Budi Karya Sumadi memiliki kondisi kesehatan yang dinilai mulai menurun. Selain alasan personal ini, regulasi atau wacana mudik selama pandemi menjadi alasan lain.

"Kedua, ekspansi bisa mengenai Menteri Perhubungan muncul saran diganti atau dirotasi. Pertama alasan kesehatan. Beliau tampil ke publik sudah sakit dan berat, tapi itu alasan personal. Lalu kita lihat bagaimana kinerja Kemenhub terkait regulasi transportasi selama masa pandemi," jelas Ari.

"Lebaran tahun lalu di tengah pandemi ada wacana lockdown namun justru bandara yang pertama kali dibuka. Kemudian larangan mudik saat ini, sebelum Presiden memutuskan bahwa mudik dilarang, seminggu sebelumnya Kemenhub mewacanakan mudik itu boleh tapi dengan catatan belum diputuskan ini seperti tak ada koordinasi," sambungnya.

Ketiga adalah Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

"Saya lihat, mungkin karena pandemi, selain isu bantuan desa tidak kelihatan kinerjanya sehingga bisa diganti ke kementerian lain. kalau dirotasi posisinya diganti Teten Masduki karena dekat dengan masyarakat desa," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Survei: Airlangga hingga Risma Masuk 5 Besar Sentimen Positif Pemberitaan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto masuk dalam lima besar sentimen positif pemberitaan media berdasarkan hasil survei yang dikeluarkan oleh Perusahaan Intelijen Media Indonesia Indicator. Ketua Umum Partai Golkar itu masuk dalam lima besar terkait tugasnya sebagai Ketua Komite PC PEN .

"Airlangga Hartarto banyak sentimen positif dalam pemberitaan dikaitkan dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan optimalisasi investasi untuk 2021," kata Kepala Divisi Riset Indonesia Indicator Fanny Chaniago yang dikutip dari Antara, Kamis (15/4/2021).

Hal itu tentunya terkait Airlangga yang kerap muncul di media sebagai Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan PEN. Selain itu, ia juga turut andil dalam mendorong percepatan program vaksinasi nasional.

Namun, di luar program-program itu, ujar Fanny, sebenarnya dalam pemberitaan lainnya Airlangga juga muncul termasuk pada isu politik, misalnya survei elektabilitas, kiprahnya di Golkar dan wacana calon presiden 2024.

Secara umum, sentimen positif tersebut diperoleh dari hasil survei Indonesia Indicator menggunakan peranti lunak kecerdasan buatan (AI) yang diambil mulai 24 Desember 2020 hingga 12 April 2021 atau sejak momentum reshuffle Kabinet Indonesia Maju pertama pada 23 Desember 2020.

Melalui riset yang menganalisis sebanyak 4.655.176 data berita dari 5.963 media daring berbahasa Indonesia, baik media nasional maupun lokal, Airlangga berada pada urutan keempat menteri dengan ekspose pemberitaan positif tertinggi yakni 8.808 berita.

Di samping itu, Indonesia Indicator mencatat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pada urutan pertama dengan 13.968 berita, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada urutan kedua dengan 13.879 berita, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada urutan ketiga dengan 9.101 berita.

Selanjutnya, di bawah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto diikuti oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini pada urutan kelima dengan 7.735 berita.

Menteri Lain

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir memberi paparan saat mengunjungi Kantor Liputan 6 di SCTV TOWER, Jakarta, Senin (10/12). Kunjungan Erick Thohir dalam rangka roadshow ke beberapa media. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir memberi paparan saat mengunjungi Kantor Liputan 6 di SCTV TOWER, Jakarta, Senin (10/12). Kunjungan Erick Thohir dalam rangka roadshow ke beberapa media. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Selanjutnya, terdapat Menteri BUMN Erick Thohir dengan 7.165 berita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan 6.744 berita, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dengan 6.709 berita, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan 6.191 berita, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dengan 5.844 berita.

Fanny mengatakan pada dasarnya riset dilakukan dengan menggunakan kata kunci nama menteri dan sistem kecerdasan buatan mengidentifikasi pemberitaan mengenai figur menteri.

Melalui hal itu, sekaligus mengenali pemberitaan yang memiliki konten-konten positif pemberitaan tentang kinerja menteri dan pelaksanaan program kerja serta terobosan yang dibuat di kementerian tersebut, termasuk pula bagaimana media mencitrakan atau mempersepsikan figur menteri.

Infografis Penggabungan dan Kementerian Baru, Siap-Siap Reshuffle Kabinet

Infografis Penggabungan dan Kementerian Baru, Siap-Siap Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Penggabungan dan Kementerian Baru, Siap-Siap Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: