Pengamat: Sistem Proporsional Tertutup Mengebiri Suara Rakyat

Kupang (ANTARA) - Pengamat politik dari Universitas Muhamadiyah Kupang, Ahmad Atang menilai, usulan sistem proporsional tertutup pada penyelenggaraan pemilu legislatif 2014 akan mengabaikan kompetisi sesama kader dan mengebiri suara rakyat terhadap figur aspiratif.

"Berlakunya kembali sistem proporsional tertutup adalah sebuah langka mundur karena akan mengabaikan kompetisi sesama kader partai, dan mengebiri suara rakyat terhadap figur aspiratif yang dikehendaki rakyat," kata Ahmad Atang di Kupang, Minggu, terkait wacana sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2014.

Selain itu, usulan untuk menggunakan kembali sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2014, merupakan bentuk ketakutan kader-kader partai politik yang tidak populis di kalangan rakyat dalam menghadapi Pemilu mendatang.

Artinya, usulan sistem tertutup ini sebagai bentuk praktik politik akomodasi terhadap pimpinan partai politik yang tergusur dari sistem terbuka yang digunakan pada pemilihan umum 2009 lalu, dimana banyak sekali pimpinan partai politik yang tidak bisa bersaing dengan kader partai yang memiliki basis riil di akar rumput.

Mestinya, kata dia, sebagai pimpinan partai politik harus melakukan konsolidasi dan menanamkan kepercayaan kepada masyarakat dengan memperjuangkan kepentingan rakyat, sehingga bisa mendapat simpati masyarakat dan bukan sebaliknya mengharapkan dukungan suara dari kader partai untuk duduk di DPR.

"Ini juga bentuk ketakutan dari para pimpinan partai politik yang sudah tidak lagi mendapat simpati rakyat karena sepak terjang mereka selama menjadi anggota legislatif," ucapnya, menegaskan.

Menurut Atang, sistem proposional terbuka baru pertama kali dilaksanakan pada Pemilu 2009 lalu, sehingga kalaupun ada kelemahan-kelemahan maka dilakukan perbaikan-perbaikan untuk penyempurnaan, dan bukannya kembali ke sistem pemilu yang lama yakni menggunakan nomor urut.

"Kalau kembali ke sistem proporsional tertutup berarti sebuah langkah mundur. Kalau ada kekurangan dan kelemahan maka dilakukan penyempurnaan," ujarnya.

Dia menambahkan, sistem proporsional terbuka baru satu kali dilaksanakan pada Pemilu Legislatif 2009, sehingga belum bisa langsung dinilai gagal.

Sebelumnya, sejumlah partai politik seperti PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan agar pada Pemilu Legislatif 2014 kembali ke sistem proporsional tertutup.

Usulan tersebut disampaikan beberap partai politik, sehubungan dengan pembahasan RUU Pemilu yang saat ini sedang dibahas di DPR RI.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.