Pengamat TI: Merger Gojek-Tokopedia Perkuat Ekosistem Digital Kedua Pihak

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dua startup raksasa Tanah Air, Gojek dan Tokopedia, dikabarkan makin dekat dengan keputusan merger. Pasalnya, laporan dari D-Insight menyebut keduanya telah menandatangani conditional sales and purchase agreement (CSPA).

Terkait hal tersebut, Pengamat Teknologi dan Informatika (TI), Heru Sutadi mengatakan, masa pandemi yang berlangsung lebih dari setahun telah mengubah lanskap industri digital di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Menurut Heru, ada bisnis digital yang tutup dan ada pula yang bertahan di badai pandemi.

"Pandemi merupakan game changer, sehingga kalau masih eksis, mereka harus bertahan untuk bisa tumbuh," tutur Heru ketika dihubungi Tekno Liputan6.com, Rabu (10/3/2021).

Heru mengatakan, ada banyak strategi yang dilakukan, termasuk konsolidasi atau merger antar perusahaan. Dengan konsolidasi, diharapkan bisnis dua startup akan bertumbuh atau menguasai pasar dengan lebih baik, termasuk bagi Gojek dan Tokopedia.

Menurut Direktur Eksekutif ICT Institute ini, Gojek sudah menyandang status decacorn dan Tokopedia sudah unicorn. Namun, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

"Gojek tidak memiliki ekosistem e-commerce, walau ada layanan delivery dan pembelian produk, tetapi itu tidak maksimal. Sementara e-commerce ekosistem penjual dan pembelinya sudah terbangun," kata Heru.

Di sisi lain, Tokopedia sebagai perusahaan e-commerce besar juga membutuhkan jasa pengiriman super cepat dan ini masih menjadi kendala.

Apalagi, menurut Heru, kini banyak orang menjual makanan atau tanaman yang membutuhkan pengiriman cepat. Terkait layanan pengiriman barang yang cepat ini, Gojek dinilai bisa memberikan solusi.

Sistem Pembayaran Gopay akan Menguasai

Logo Tokopedia. (Liputan6.com/ Andina Librianty)
Logo Tokopedia. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

"Keduanya saling membutuhkan ekosistem penguat untuk mendukung perkembangan bisnisnya dan itu akan menjadi ekosistem," tuturnya.

Heru memperkirakan, konsolidasi antara Gojek dan Tokopedia akan memperkuat ekosistem yang sudah ada serta membangun hal-hal yang sebelumnya belum dimiliki oleh kedua belah pihak.

"(Dengan konsolidasi) kekurangan Gojek akan terjawab oleh Tokopedia dan sebaliknya. Misalnya, dengan konsolidasi, Tokopedia bisa saja menjadi startup decacorn," ujar Heru.

Keuntungan lain yang didapatkan dari konsolidasi Gojek dan Tokopedia adalah sistem pembayaran Gopay yang akan menguasai.

Bicara sistem pembayaran, saat ini Tokopedia menghadirkan pembayaran melalui Ovo, pesaing Gojek. Nantinya jika kedua perusahaan merger, bisa jadi pembayaran dengan Gopay akan menjadi salah satu opsi.

"Belum tahu seperti apa, tetapi bagi e-commerce model pembayaran apa pun bagi mereka tidak menjadi masalah sepanjang itu adalah pembayara, apakah itu Ovo atau Gopay. Mungkin saja ketika sudah konsolidasi, akan ada prioritas," katanya.

Persaingan di Industri Makin Ketat

Laman utama aplikasi Tokopedia. (Sumber: Tokopedia)
Laman utama aplikasi Tokopedia. (Sumber: Tokopedia)

Heru juga menyebut salah satu tantangan dari konsolidasi dua perusahaan adalah para pemegang sahamnya.

Melihat Gojek dan Tokopedia memiliki investor yang sama, dalam hal ini Google, Temasek Holdings, dan Sequoia Capital India, Heru memperkirakan, jalannya upaya merger akan lebih mulus.

"Kalau shareholdernya sama, bisa lebih memuluskan konsolidasi, kalau berbeda kan nanti A mau mengarah ke sana dan B ke sini (butuh dikusi lebih panjang)," katanya.

Heru juga mengungkap, dengan adanya konsolidasi Gojek dan Tokopedia, bisa jadi akan ada persaingan yang makin ketat di antara pemain e-commerce atau bisnis ride-hailing.

Namun, bisa jadi juga merger antara Gojek dan Tokopedia justru akan mengilhami pemain lokal lainnya melakukan hal serupa. Misalnya, transportasi online dengan penyedia layanan pembayaran lain.

"Pandemi ini memang menjadi game changer, (startup) bisa memanfaatkan kondisi pandemi dan menjalankan strategi baru untuk menguasai (pasar)," tuturnya.

Tidak hanya itu, menurut Heru, merger Gojek dan Tokopedia juga akan membuka peluang kedua perusahaan untuk hadir di pasar di luar perusahaan. Apalagi Gojek kini sudah lebih dahulu hadir di sejumlah negara Asia Tenggara.

"Harusnya bisa sama-sama go global, karena banyak pemain luar yang masuk (ke Indonesia). Mungkin nanti keduanya memiliki target portofolio, misalnya mau IPO di luar negeri, maka keberadaan bisnis Gojek dan Tokopedia di luar negeri tentu akan menambah nilai valuasi," katanya.

(Tin/Ysl)