Pengamat: Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami dapat kurangi kepadatan

Pengamat infrastruktur dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan bahwa proyek Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Ruas Cikunir - Ulujami diharapkan dapat mengurangi kepadatan pada Tol JORR.

"Penambahan jaringan tol baru minimal bisa mengurangi kepadatan pada jalan tol JORR," ujar Yayat saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Dia juga menambahkan, berbeda dengan kepadatan lalu lintas Tol Dalam Kota Jakarta yang dinilai lancar dan dapat diapresiasi, jalan tol JORR memiliki level kepadatan cukup berat sehingga perlu diurai dengan kehadiran jalan tol alternatif.

"Kalau di JORR itu misalnya tidak ada jalan tol alternatif maka hal tersebut akan berat," katanya.

Jika Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Ruas Cikunir - Ulujami dapat memngurai kepadatan di Tol JORR, maka jalan tol ini bisa menjadi salah satu alternatif yang menarik.

Dilansir dari laman resmi simpulkpbu.pu.go.id Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Ruas Cikunir - Ulujami diajukan oleh Konsorsium PT. Marga Metro Nusantara, PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT. Acset Indonusa Tbk.

Proyek Jalan Tol ini merupakan bagian dari jalan tol Jabodetabek yang berada di atas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Eksisting.

Proyek ini terbentang sepanjang 21,50 kilometer dengan titik awal berlokasi di Jatiasih dan titik akhir berlokasi di Persimpangan Ulujami.

Kecepatan yang direncanakan 80 km/jam dengan lebar lajur 3,5 m, serta jumlah junction sebanyak dua buah yakni junction Antasari dan Jati Asih. Sedangkan untuk jumlah On/Off Ramp sebanyak satu buah yakni On/Off Ramp Jagorawi.

Baca juga: Tol Cibitung-Cilincing dibangun berkemampuan tampung kendaraan berat
Baca juga: Pengamat sebut rencana uji coba MLFF di Tol Jagorawi dan JORR S tepat
Baca juga: Presiden: Pelabuhan Tanjung Priok dan Patimban harus kompetisi layanan