Pengamat: Transaksi tol nirsentuh tingkatkan standar pelayanan

Biqwanto Situmorang
·Bacaan 2 menit

Pengamat infrastruktur dan tata kota Yayat Supriyatna dari Lembaga Pengkajian Bidang Perumahan, Permukiman dan Pembangunan Perkotaan HUD Institute menilai sistem transaksi tol nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis Sistem Navigasi Satelit atau GNSS dapat menaikkan kualitas Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol di Indonesia.

"Justru sistem transaksi tol MLFF berbasis GNSS ini untuk menaikkan kualitas SPM, nantinya bagaimana pemerintah mengendalikan dan bersama-sama masyarakat turut memantau serta mengevaluasi kualitas pelayanan BUJT," ujar Yayat saat dihubungi Antara di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, selama ini konsep SPM dinilai oleh Badan Pengatur Jalan Tol, apakah semua standar-standar yang telah ditetapkan pemerintah dijalankan oleh BUJT, termasuk terkait standar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan apakah sudah dijalankan oleh BUJT.

Kemudian juga bagaimana dengan pengelolaan yang terkait dengan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area.

"Dengan adanya sistem transaksi tol MLFF berbasis GNSS ini, maka ukuran dan kriteria SPM jalan tol menjadi sangat jelas dengan indikator-indikator yang lebih terukur," kata pengamat tersebut.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kalau ada pihak atau pengguna jalan tol yang merasakan adanya kekurangan dari pelayanan, perlu diingat jalan tol adalah bisnis jasa pelayanan, dengan demikian pemerintah bisa melakukan evaluasi terhadap semua operator jalan tol. Penilaian tidak lagi bersifat subjektif.

Dalam kesempatan terpisah, Duta Besar Hongaria Judit Pach mengatakan bahwa sistem tol MLFF berbasis GNSS yang akan diterapkan di Indonesia merupakan sistem yang disesuaikan dengan kondisi dan pasar Indonesia.

“Kedutaan yakin sebagai hasil dari kerja sama ini, jumlah kemacetan di jalan-jalan di Indonesia akan segera berkurang dan sistem e-toll MLFF yang efisien akan terbangun,” katanya.

Sebelumnya Kementerian PUPR telah menetapkan Roatex Ltd. dari Hongaria sebagai pemenang lelang sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh berbasis Multilane Free Flow (MLFF) melalui Surat Penetapan Menteri PUPR Nomor: PB.02.01-Mn/132 tanggal 27 Januari 2021.

Solusi teknologi yang akan diterapkan berbasis GNSS (Global Navigation Satelite System) yang merupakan teknologi paling mutakhir dalam sistem transaksi nontunai nirsentuh berbasis MLFF.

Pada saatnya nanti, setiap kendaraan atau pengguna jalan tol akan diperkenalkan dengan perangkat e-Obu (aplikasi smartphone), atau Onboard Unit (OBU) atau tiket perjalanan (road ticket) bagi yang hanya sekali jalan. Perangkat ini tidak membebani pengguna, dan dapat diunduh dengan mudah melalui smartphone.
Baca juga: Roatex Hongaria menang tender tol MLFF, PUPR: Implementasi mulai 2022
Baca juga: Indef: Transaksi tol nirsentuh berdampak positif bagi pengguna tol
Baca juga: Pengamat: Transaksi tol nirsentuh terobosan di sektor transportasi
Baca juga: Jasa Marga kembangkan transaksi tol nirsentuh