Pengamat usulkan armada PON XX Papua digunakan untuk angkutan perintis

·Bacaan 2 menit

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengusulkan kendaraan operasional yang akan digunakan untuk mendukung kelancaran transportasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua nanti tidak dikembalikan ke Pulau Jawa, namun dimanfaatkan sebagai kendaraan perintis di sejumlah kota di Papua.

"Armada itu nanti sebaiknya tidak dikembalikan lagi ke Pulau Jawa, tetapi disiapkan menjadi angkutan perkotaan di Papua," kata Djoko kepada Antara, Jumat.

Djoko mengatakan, usulan tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya armada transportasi di Papua yang sudah tidak layak beroperasi.

Ia juga mengatakan, terbatasnya jumlah armada transportasi, khususnya bus di Papua menyebabkan pergerakan masyarakat dalam rangka menjalankan roda perekonomian menjadi terhambat.

Menurut dia, memanfaatkan kendaraan operasional usai PON XX pada Oktober mendatang, tidak hanya membantu masyarakat di perkotaan tetapi juga dapat membantu masyarakat yang belum terjangkau dan kesulitan transportasi ke kota dan dari kota ke kampung.

"Jalan di perkotaan sudah mendukung untuk operasional angkutan perintis, tinggal Pemerintah Daerah yang harus sudah siap," ujarnya.

Dari sisi pengelolaan, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat itu mengatakan, pemerintah bisa menggunakan program Buy The Service (BTS) dengan sistem pembelian pelayanan oleh pemerintah kepada pihak operator atau pengusaha jasa angkutan.

"Pemerintah daerah bisa melibatkan DAMRI atau Organda setempat, kemudian pengemudinya juga masyarakat asli Papua yang sudah diseleksi," katanya.

Djoko berharap dengan adanya armada baru pada simpul-simpul transportasi di Papua, dapat membantu masyarakat karena biayanya jauh lebih murah, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Angkutan darat adalah satu langkah yang inovatif untuk membantu pergerakan masyarakat di Papua.

Sementara itu, Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberi bantuan 258 kendaraan sejenis bus dan minibus untuk digunakan selama PON XX di Kota Jayapura.

Ketua Sub PB PON itu mengatakan kendaraan bantuan Kemenhub sebanyak 116 unit di antaranya sudah dianggarkan sedangkan sisanya 142 akan disewa.

"Bantuan Kemenhub sangat membantu karena akan mempermudah PB PON dalam menyiapkan sarana transportasi bagi atlet dan ofisial serta juri," kata Benhur Tomi Mano.

Baca juga: Kemenhub bantu 258 kendaraan untuk PON XX di Kota Jayapura
Baca juga: Menpora luruskan soal penunjukan Nagita Slavina sebagai ikon PON Papua
Baca juga: Pemkot Jayapura gandeng TNI-Polri vaksinasi warga sekitar venue PON XX

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel