Pengamat: Waktu yang Tepat Impor Beras adalah Agustus-September 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori, menilai waktu yang tepat untuk melakukan impor 1 juta ton beras yakni pada Agustus hingga September 2021.

“Dari sisi waktu saya kira memang sekarang itu tidak tepat, blunder sekali. Kalau kita ikuti dari 3 siklus panen yang ada di produksi padi, itu kan panen musim pertama atau panen raya itu kira-kira Februari sampai Mei itu produksinya kira-kira 60 sampai 65 persen dari produksi nasional,” kata Khudori dalam diskusi Narasi Institute: Mengakhiri Kontroversi Impor Beras, Jumat (26/3/2021).

Kemudian, panen beras yang kedua itu akan berlangsung dari Juni sampai September, dan itu produksinya kira-kira 30 sampai 35 persen berasal dari produksi nasional, sisanya baru musim paceklik.

Menurutnya, jika mengacu pada 3 siklus panen ini, sebetulnya waktu yang ideal untuk menentukan kapan Pemerintah itu harus impor atau tidak yakni pada bulan Agustus-September. Karena ketika Agustus-September kita sudah tahu realisasi musim panen raya pada Februari sampai Mei.

“Pada saat yang sama kalau Agustus-September itu kita paling tidak, realisasi musim panen kedua itu sudah 70 persen sudah di tangan. Jadi produksi yang sudah di tangan kira-kira 85 persen, ketika kita putuskan pada saat Agustus-September,” jelasnya.

Jika memang pada saat Agustus-September panen atau kondisi padi tidak bagus dan mengharuskan impor, maka harus segera dieksekusi. Dari sisi waktu memang sekarang itu tidak pas, tegas Khudori.

Selain itu, ia menyarankan agar di antara Kementerian lembaga tidak ada suara yang berbeda-beda soal impor beras. Supaya ini tidak menjadi gaduh seperti sekarang.

“Risiko semacam ini sebetulnya tidak akan terjadi kalau pemerintah ketika menjelaskan akan melakukan impor itu didasari dengan kalkulasi yang matang dan alasan yang kuat dan rasional,” pungkasnya.

Jokowi Tegaskan Tak Ada Impor Beras sampai Juni 2021

Beras dijual di pasar induk cipinang, Jakarta, Kamis (13/12). Direktur Pasar Induk Beras Cipinang Arief Prasetyo Adi memastikan, ketersediaan stok beras di pasar masih dalam kategori aman jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Beras dijual di pasar induk cipinang, Jakarta, Kamis (13/12). Direktur Pasar Induk Beras Cipinang Arief Prasetyo Adi memastikan, ketersediaan stok beras di pasar masih dalam kategori aman jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait polemik impor beras 1 juta ton. Dia memastikan pemerintah tidak akan mengimpor beras hingga Juni 2021.

"Saya pastikan sampai Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia," ujar Jokowi dalam siaran pers resminya, Jumat (26/3/2021).

Indonesia disebutnya sudah hampir tiga tahun tidak pernah melakukan impor beras dari negara luar.

Jokowi juga mengatakan, memang pemerintah sebenarnya juga punya ikatan kerja sama untuk menyerap beras dari Vietnam dan Thailand.

Namun perjanjian tersebut hanya untuk siaga jika Indonesia kekurangan stok beras di masa pandemi Covid-19 ini.

"Dan saya tegaskan, memang ada ada MoU dengan Thailand dan Vietnam. itu hanya untuk berjaga-jaga. Mengingat situasi pandemi yang penuh dengan ketidakpastian," ungkapnya.

"Saya tegaskan sekali lagi, berasnya belum masuk," seru Jokowi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: