Pengamat: Waspadai Inflasi karena Pelemahan Rupiah

  • Pantai Garut Kaya Abalon, 1 Kg Laku Rp 1 Juta

    TRIBUNnews.com

    TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka, abalon bisa didapat dengan mudah saat musimnya di pantai selatan Garut. …

  • Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Tempo
    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 2013, pemerintah mulai menjalankan roadmap pengurangan subsidi listrik. Sejak saat itu, tarif listrik industri besar, menengah, dan rumah tangga mewah dinaikkan secara bertahap. Diharapkan, program ini dapat memangkas subsidi listrik sebesar Rp 10,96 triliun. (Baca juga : PLN Didesak Cabut Subsidi Rumah Mewah). …

  • Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    TRIBUNnews.com
    Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    TRIBUNNEWS.COM - Andalan Garut adalah ikan layur. Dalam sehari saat musimnya, kami dapat mengirimkan 20 ton ikan …

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Bank OCBC, Gundy Cahyadi melihat rupiah tetap akan melemah terhadap dolar AS. Hal ini perlu diwaspadai agar tak berjalan terlalu lama. "Kelemahan yang terlalu berlebih bisa berakibat cukup bahaya, apalagi kalau menyangkut prospek inflasi jangka medium dan juga prospek investasi dalam negeri," ujar Gundy dalam keterangan persnya kemarin.

Meski lemah, Gundy menilai kecil kemungkinan rupiah bisa tembus sampai Rp 10.000 per dolar. "Kecuali kita menyaksikan adanya guncangan di pasar finansial dunia sekali lagi," 

Adapun pelemahan rupiah pada pekan kedua Januari, dijelaskan Gundy terjadi akibat pasar panik setelah berkembangnya komentar negatif terkait prospek neraca pembayaran Indonesia. 

Seperti diketahui, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) surplus tipis pada triwulan III 2012. Menurut catatan BI, NPI berbalik dari defisit US$ 2,8 miliar pada triwulan II 2012 menjadi surplus US$ 0,8 miliar pada triwulan III 2012. Hal ini terjadi karena defisit transaksi berjalan membaik mulai kuartal III 2012. Surplus disokong membaiknya defisit transaksi berjalan dari US$ 7,7 miliar atau -3,5 persen dari PDB pada triwulan II 2012 menjadi US$ 5,3 miliar atau -2,4 persen dari PDB pada triwulan III 2012. Selain itu, surplus NPI juga disokong surplus pada transaksi modal dan finansial yang mencapai US$ 6 miliar pada triwulan III 2012 dari sebelumnya US$ 5,1 miliar pada triwulan II 2012. 

Gundy membenarkan buruknya kinerja neraca pembayaran Indonesia masih berlanjut lantaran kinerja ekspor belum pulih. "Tidak ada faktor yang bisa mendorong rupiah menguat signifikan dalam waktu dekat," katanya. Meski begitu, ia melihat ada potensi penguatan di akhir tahun. "Kami masih melihat kemungkinan USDIDR kembali ke 9400an di akhir tahun dikarenakan antisipasi bahwa pertumbuhan ekspor akan membaik di Semester II tahun ini," ujarnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A. Sarwono menjelaskan, surplus pada NPI memang tak lantas membuat rupiah menguat. Hal ini karena surplus banyak disokong Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) non-cash. 

"FDI itu mungkin sekitar 75-80 persennya dalam bentuk in kind. Artinya dalam bentuk barang maupun jasa. Jasa itu misalnya FDI ada jasa konsultannya, itunya. Jadi hanya sedikit dalam bentuk cash sehingga defisit ekspor impor itu hanya sebagian yang ditutup dalam bentuk cash di pasar," ucapnya di Bank Indonesia, kemarin.

Menurut Hartadi, untuk menyeimbangkan supply dan demand valuta asing di pasar, BI harus berani intervensi. "Kami lihat sekarang jumlahnya berapa, kalau keperluan impor migasnya besar, kami akan masuk lebih banyak ke sana. Jadi tidak ada instrumen yang berubah, hanya jumlah dan timing. Timing and quantity yang tepat," ucapnya.

Menurut data kurs tengah rupiah, pekan ini, rupiah diperdagangkan dibuka di level Rp 9.685 per dolar AS pada Senin, 21 Januari 2012 dan menguat ke level Rp 9.643 per dolar AS pada penutupan perdagangan, Jumat, 25 Januari 2013.

Adapun ihwal inflasi, Menteri Keuangan Agus Martowardojo memperkirakan bisa mendekati 1 persen pada Januari. Salah satu dorongan terbesar berasal dari naiknya harga kebutuhan pokok akibat terganggunya distribusi terkait banjir. 

MARTHA THERTINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...