Pengamat : WIKA adalah pelopor pembangunan infrastruktur

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 1 menit

Pengamat infrastruktur Yayat Supriyatna menilai bahwa PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA merupakan BUMN karya yang menjadi pelopor dan sering mendapatkan kepercayaan dalam berbagai pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

"WIKA merupakan BUMN karya paling berprestasi dan menonjol dalam pembangunan infrastruktur baik di dalam negeri maupun internasional. Sebetulnya BUMN karya ini banyak menjadi pelopor di berbagai proyek infrastruktur," ujar Yayat saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, saat ini terdapat semacam mencari jaminan dalam proyek pembangunan infrastruktur.

Baca juga: CORE: BUMN Karya ditopang kesehatan arus kas di tengah pandemi

Tentunya siapa BUMN karya yang dapat dipercaya untuk diberikan garansi dalam konteks dari sisi kualitas, kapasitas, inovasi serta berbagai terobosan yang dilakukan.

"Dengan demikian bisa dikatakan WIKA memiliki peran penting di dalamnya, dan memang secara track record dan sejarahnya WIKA sering dipercaya dan mendapatkan kepercayaan untuk menggarap berbagai proyek," kata pengamat infrastruktur tersebut.

Track record suatu korporasi atau badan usaha yang bergerak di bidang konstruksi bisa dilihat dari hasil pembangunan infrastrukturnya.

Sebuah badan usaha konstruksi yang dinilai mampu dan kapabel jika banyak melakukan temuan teknologi dan inovasi, kemudian dari aspek efisiensi di mana BUMN karya itu melakukan temuan-temuan yang dapat menghemat tenaga kerja, waktu pengerjaan, biaya dan sebagainya. Tidak lupa kualitas produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan.

Baca juga: WIKA: Progres 9 Proyek Strategis Nasional capai lebih dari 50 persen

WIKA juga tidak hanya bergerak di sektor konstruksi, melainkan juga bergerak di sektor properti dan sebagainya di mana WIKA memiliki branding yang bagus terkait beberapa proyek perumahan.

"WIKA sebagai BUMN bisa dianggap sebagai pelopor, pilar pembangunan infrastruktur, dan selalu mendapatkan kepercayaan dari pihak internasional terkait kerja sama," kata Yayat Supriyatna.